Page 695 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 695
http://pustaka-indo.blogspot.com
mengambil bentuk melafalkan nama Tuhan secara berulang-
ulang.
Dogma. Dipergunakan oleh Kristen Yunani untuk
menjelaskan tradisi gereja yang tersembunyi dan rahasia,
yang hanya mungkin dipahami secara mistik dan
diungkapkan secara simbolik. Di Barat, dogma kemudian
diartikan sebagai seperangkat pendapat yang bersifat
kategorik dan autoritatif.
Dynameis (b. Yunani). “Kuasa” Tuhan. Istilah yang dipakai
oleh orang Yunani untuk menyatakan aktivitas Tuhan di bumi,
yang dianggap sangat berbeda dari esensi Tuhan yang tidak
bisa dijangkau oleh akal.
Ekstasi (b. Yunani). Secara harfiah berarti, “keluar dari diri”.
Jika diterapkan kepada Tuhan, mengindikasikan kenosis
Tuhan gaib yang meninggalkan perhatian kepada dirinya
sendiri agar dia dikenal oleh manusia.
El. Tuhan Mahatinggi orang-orang Kanaan kuno, yang
tampaknya juga merupakan Tuhan Ibrahim, Ishaq, dan
Yakub, nenek moyang bangsa Israel.
Emanasi. Proses memancarnya berbagai tingkatan realitas
dari sumber tunggal dan primal, yang oleh kaum monoteis
disebut sebagai Tuhan. Sebagian orang Yahudi, Kristen dan
Muslim, termasuk para filosof dan kaum mistik, lebih suka
menggunakan kiasan kuno ini untuk menjelaskan asal usul
kehidupan daripada kisah biblikal konvensional tentang
penciptaan segala sesuatu oleh Tuhan dalam satu periode
waktu sekaligus.
En Sof (b. Ibrani: “tanpa akhir”). Esensi Tuhan yang tak
dapat dikenal, tak dapat dijangkau, dan tak dapat diketahui
~688~ (pustaka-indo)

