Page 691 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 691

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Thomas Hardy. Dalam “The Darkling Thrush”, yang ditulis
             pada 30 Desember 1900, di titik awal abad kedua puluh, dia
             mengungkapkan  kematian  ruh  yang  tak  lagi  mampu
             menciptakan iman pada makna kehidupan:


                   Aku bersandar di gerbang kayu,
                   Ketika salju kelabu seperti hantu
                   Dan sisa musim dingin membuat sendu
                   hari yang makin suram.
                   Tangkai gandum menggapai langit
                   Bagaikan tali-tali harpa sumbang,
                   Dan semua manusia di sekitarnya
                   Ingin berdiang di perapian rumah mereka.
                   Sosok tanah patah-patah tampak seperti
                   Jenazah Century terbujur,
                   Liang lahatnya tudung langit,
                   Angin adalah ratapan kematiannya.
                   Relik purba benih dan tunas
                   Mengerut keras dan kering,
                   Dan setiap ruh di atas bumi
                   Tampak layu seperti diriku.

                   Seketika melengking suara di antara
                   Ranting-ranting kering di atas kepala
                   Menyenandungkan sepenuh hati tembang
                   kegembiraan tak berbatas;
                   Seekor burung tua, lemah, kurus, dan kecil
                   Dalam bulunya yang mekar indah,
                   Telah memilih untuk membuang jiwanya
                   Ke atas kesuraman yang makin bertambah.

                   Sedikit alasan untuk bergembira
                   Mendengar lengkingan suara itu
                   Tersurat di atas bumi
                   Yang dekat atau yang jauh,
                   Sehingga aku bisa berpikir melintasi
                   Udara malamnya yang bahagia
                   Beberapa Harapan yang diberkati, yang
                   diketahuinya
                   Sementara aku tak tahu.


                            ~684~ (pustaka-indo)
   686   687   688   689   690   691   692   693   694   695   696