Page 687 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 687

http://pustaka-indo.blogspot.com
             sains mungkin akan membawa gereja kepada apresiasi baru
             terhadap watak simbolik narasi kitab suci.

             Ide tentang Tuhan personal tampaknya semakin tidak dapat
             diterima  pada  masa  kini  dengan  segala  jenis  alasan:  moral,
             intelektual,  ilmiah,  dan  spiritual.  Kaum  feminis  juga
             berkeberatan  terhadap  Tuhan  personal  yang,  karena
             gender“nya”  ditetapkan  sebagai  laki-laki  sejak  era  tribal
             pagan.  Namun,  menyebutnya  sebagai  perempuan—kecuali
             dalam cara yang dialektis—juga sama bermasalahnya sebab
             itu berarti membatasi Tuhan yang tak dapat dimuat ke dalam
             kategori  kemanusiaan  murni.  Pandangan  metafisik  kuno
             tentang  Tuhan  sebagai  Wujud  Tertinggi,  yang  telah  sejak
             lama populer di Barat, juga dirasa tidak memuaskan. Tuhan
             para  filosof  merupakan  produk  rasionalisme  yang  kini  telah
             usang sehingga “bukti-bukti” tradisional tentang eksistensinya
             sudah  tidak  berlaku  lagi.  Luasnya  penerimaan  terhadap
             konsepsi Tuhan para filosof oleh kaum deis era Pencerahan
             dapat dilihat sebagai langkah pertama ateisme. Sebagaimana
             Tuhan  langit  yang  lama,  ilah  yang  ini  juga  begitu  jauh  dari
             manusia  dan  dunia  material  sehingga  dengan  mudah  dia
             menjadi Deus Otiosus dan memudar dari ingatan kita.

             Tuhan  kaum  mistik  tampaknya  menampilkan  sebuah
             alternatif  yang  mungkin  lebih  dapat  diterima.  Kaum  mistik
             telah sejak lama menegaskan bahwa Tuhan bukanlah suatu
             Wujud  lain;  mereka  mengklaim  bahwa  dia  tidak  sungguh-
             sungguh  bereksistensi  dan  bahwa  lebih  baik  menyebutnya
             Tiada.  Tuhan  ini  cocok  dengan  selera  ateistik  masyarakat
             sekular  yang  menolak  gambaran  yang  tak  layak  tentang
             Yang  Mutlak.  Alih-alih  memandang  Tuhan  sebagai  Fakta
             objektif,  yang  dapat  didemonstrasikan  melalui  dalil-dalil
             ilmiah,  kaum  mistik  justru  mengklaim  bahwa  Tuhan
             merupakan  pengalaman  subjektif  yang  secara  misterius




                            ~680~ (pustaka-indo)
   682   683   684   685   686   687   688   689   690   691   692