Page 689 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 689

http://pustaka-indo.blogspot.com
             untuk  diri  mereka  sendiri,  dengan  derajat  kepedulian  dan
             perhatian  yang  sama  seperti  yang  dicurahkan  orang  lain
             terhadap  kreasi  artistik.  Ini  mungkin  bukan  sesuatu  yang
             memikat bagi orang yang hidup dalam masyarakat yang telah
             terbiasa  dengan  pemuasan-segera,  makanan  cepat-saji,  dan
             komunikasi  instan.  Tuhan  kaum  mistik  tidak  hadir  dalam
             bentuk siap-pakai dan terpaketkan. Dia tidak dapat dirasakan
             secepat ekstasi instan yang diciptakan pendakwah revivalis,
             yang dapat dengan segera membuat seluruh jamaah bertepuk
             tangan dan mengulang perkataannya.

             Namun  demikian,  beberapa  sikap  mistikus  mungkin  dapat
             diraih. Sekalipun kita tak mampu mencapai derajat kesadaran
             lebih tinggi yang telah dicapai oleh seorang mistikus, kita bisa
             belajar bahwa Tuhan tidak mengada dalam pengertian yang
             sederhana,  misalnya,  atau  bahwa  kata  “Tuhan”  itu  sendiri
             hanya  merupakan  simbol  suatu  realitas  tak  terucap  yang
             melampauinya.  Agnostisisme  mistikal  dapat  membantu  kita
             mencapai  pengekangan  diri  yang  menahan  kita  untuk  tidak
             mendesakkan  persoalan  rumit  ini  ke  dalam  dogma  yang
             kaku.  Namun,  jika  pemahaman  ini  tidak  dapat  dirasakan
             denyutnya  di  nadi  dan  diartikan  secara  personal,  semuanya
             akan  tampak  sebagai  abstraksi  tak  bermakna.  Mistisisme
             tangan  kedua  bisa  jadi  tak  memuaskan  seperti  halnya
             membaca penjelasan atas sebuah puisi oleh seorang kritikus
             sastra  bukan  membaca  sendiri  puisi  aslinya.  Telah  kita
             saksikan  bahwa  mistisisme  sering  dianggap  sebagai  sebuah
             disiplin esoterik, bukan karena kaum mistik ingin membuang
             yang  vulgar,  melainkan  karena  kebenaran-kebenaran  ini
             hanya  bisa  dipersepsi  oleh  akal  intuitif  setelah  melakukan
             latihan  khusus.  Artinya  menjadi  berbeda  setelah  didekati
             melalui  jalan  ini,  jalan  yang  tak  dapat  terjangkau  oleh  daya
             nalar logis.





                            ~682~ (pustaka-indo)
   684   685   686   687   688   689   690   691   692   693   694