Page 690 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 690

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Semenjak nabi-nabi Israel mulai menisbahkan perasaan dan
             pengalaman  mereka  sendiri  kepada  Tuhan,  kaum  monoteis
             dalam pengertian tertentu telah menciptakan Tuhan mereka
             sendiri. Tuhan jarang dipandang sebagai sebuah fakta nyata
             yang bisa dijumpai seperti halnya eksistensi objektif lainnya.
             Pada  masa  sekarang,  banyak  orang  tampak  seperti
             kehilangan  keinginan  untuk  menempuh  upaya  imajinatif  ini.
             Hal  ini  tidak  perlu  menjadi  sebuah  bencana.  Ketika  ide-ide
             keagamaan kehilangan validitasnya, ide-ide itu biasanya akan
             memudar tanpa terasa: jika pemikiran manusia tentang Tuhan
             tak  lagi  sesuai  bagi  kita  di  zaman  empirik  ini,  maka  ide  itu
             akan  dicampakkan.  Namun,  di  masa  silam  manusia  selalu
             menciptakan  simbol-simbol  baru  untuk  menjadi  fokus
             spiritualitas.  Manusia  selalu  menciptakan  suatu  keyakinan
             untuk  dirinya  sendiri,  untuk  menumbuhkan  rasa  kagum  dan
             meraih  makna  kehidupan  yang  tak  terkatakan.  Ketiadaan
             tujuan,  keterasingan,  anomi,  dan  kekerasan  yang  telah
             menjadi  karakter  kehidupan  modern  memberi  petunjuk
             betapa karena kini manusia tidak lagi menciptakan keimanan
             kepada “Tuhan” atau sesuatu yang lain—tak terlalu penting
             apa sesuatu itu— maka banyak orang lantas terjerumus ke
             dalam keputusasaan.
             Sembilan puluh persen penduduk Amerika Serikat mengaku
             beriman    kepada    Tuhan,    namun     menggejalanya
             fundamentalisme,  apokaliptisisme,  dan  berbagai  bentuk
             religiusitas  karismatik  di  Amerika  tidak  menjamin  data  itu.
             Meningkatnya  angka  kejahatan,  penyalahgunaan  obat-obat
             terlarang,  dan  diberlakukannya  kembali  hukuman  mati
             bukanlah  tanda-tanda  bagi  suatu  masyarakat  yang  sehat
             secara spiritual. Di dalam kesadaran manusiawi orang Eropa
             terdapat ruang kosong yang dahulu pernah diisi oleh Tuhan.
             Orang  pertama  yang  mengungkapkan  nestapa  ini—yang
             agak  berbeda  dari  ateisme  heroik  Nietzsche—adalah




                            ~683~ (pustaka-indo)
   685   686   687   688   689   690   691   692   693   694   695