Page 685 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 685

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Sejak awal falsafah telah senantiasa dikaitkan dengan sains.
             Antusiasme  awal  mereka  terhadap  kedokteran,  astronomi
             dan matematika merupakan pendorong kajian tentang Allah
             dalam  terma  metafisika.  Sains  telah  mendatangkan
             perubahan  besar  terhadap  cara  pandang  mereka,  dan
             mereka menyadari bahwa cara pikir mereka tentang Tuhan
             berbeda dengan pendekatan kaum Muslim lainnya. Konsepsi
             filosofis  tentang  Tuhan  jelas  berbeda  dari  visi  Al-Quran,
             namun  para  faylasuf  itu  juga  menghidupkan  kembali
             beberapa pandangan yang terancam hilang dari ummah pada
             masa  itu.  Al-Quran,  misalnya,  bersikap  yang  sangat  positif
             terhadap  tradisi  agama  lain:  Muhammad  tidak  memandang
             dirinya  tengah  menegakkan  sebuah  agama  baru  yang
             eksklusif  dan  berpendapat  bahwa  semua  keyakinan  yang
             mengarah  pada  kebaikan  berasal  dari  Tuhan  Yang  Esa.
             Namun sejak abad kesembilan, kaum ulama mulai melupakan
             pandangan  ini  dan  mengetengahkan  kultus  Islam  sebagai
             satu-satunya  agama  yang  benar.  Para  faylasuf  kembali
             kepada  pendekatan  universalis  lama,  sekalipun  mereka
             mencapainya  melalui  jalur  berbeda.  Kita  memiliki
             kesempatan yang sama pada saat ini. Di era ilmiah kita ini,
             kita tidak dapat berpikir tentang Tuhan dengan cara seperti
             para  pendahulu  kita,  namun  demikian  tantangan  sains  bisa
             membantu kita mengapresiasi beberapa kebenaran lama.

             Telah  kita  saksikan  bahwa  Albert  Einstein  mengapresiasi
             agama  mistikal.  Meski  pernah  mengatakan  bahwa  Tuhan
             bukan sekadar bermain dadu, dia tidak percaya bahwa teori
             relativitasnya   akan   berpengaruh   terhadap   konsepsi
             ketuhanan. Dalam salah satu kunjungannya ke Inggris pada
             1921,  Einstein  ditanya  oleh  Uskup  Agung  Canterbury  apa
             implikasi teori itu terhadap teologi. Dia menjawab: “Tak ada.
             Relativitas  adalah  persoalan  ilmiah  murni  dan  tidak  ada
                                        15
             kaitannya  dengan  agama.”   Ketika  orang  Kristen


                            ~678~ (pustaka-indo)
   680   681   682   683   684   685   686   687   688   689   690