Page 680 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 680
http://pustaka-indo.blogspot.com
dikembangkan oleh Yesus, Paulus, dan para rabi, yang
semuanya memegang cita-cita Yahudi yang sama dan
menganjurkan perubahan besar dalam Yudaisme untuk
mewujudkan cita-cita ini. Al-Quran menetapkan terwujudnya
kasih sayang dan masyarakat yang adil sebagai esensi
agama Allah yang telah direformasi. Kasih sayang
merupakan kebajikan yang sangat sulit. Etos ini menuntut
kita untuk keluar dari keterbatasan ego kita, membuang rasa
tidak aman dan prasangka yang telah kita warisi. Tidak
mengherankan jika ketiga agama Tuhan ini pernah gagal
meraih standar yang tinggi ini.
Selama abad kedelapan belas, kaum deis menolak Kristen
Barat tradisional terutama karena telah menjadi begitu kejam
dan tidak toleran. Hal yang sama masih berlaku saat ini.
Sering orang-orang beriman konvensional, yang tidak
tergolong fundamentalis, memiliki keagresifan yang sama
dengan kaum fundamentalis. Mereka menggunakan “Tuhan”
untuk menopang cinta dan kebencian mereka sendiri, yang
mereka nisbahkan sebagai cinta dan kebencian Tuhan.
Orang Yahudi, Kristen, dan Muslim yang secara fanatik
menunaikan ibadah kepada Tuhan, tetapi merendahkan
martabat orang-orang dari etnik dan ideologi berbeda, berarti
telah mengabaikan salah satu kebenaran mendasar agama
mereka sendiri. Demikian pula, adalah tidak layak bagi orang
yang menyebut diri sebagai Yahudi, Kristen, dan Muslim
untuk menoleransi sebuah sistem sosial yang tidak adil.
Tuhan monoteisme historis menuntut permaafan bukannya
pengurbanan, kasih sayang bukannya peribadatan yang
berpura-pura.
Terdapat perbedaan besar antara orang yang melaksanakan
bentuk agama kultus dengan mereka yang menumbuhkan
rasa tentang Tuhan yang penyayang. Para nabi mengecam
~673~ (pustaka-indo)

