Page 682 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 682

http://pustaka-indo.blogspot.com
             segala  kekeliruannya  yang  nyata,  menekankan  keterlibatan
             langsungnya  dalam  berbagai  peristiwa  yang  terjadi  dalam
             waktu  duniawi,  sebagai  lawan  dari  waktu  sakral  dari  ritus
             dan mitos. Para nabi Israel mendorong umat mereka untuk
             menghadapi nestapa sosial mereka sendiri dan mengelakkan
             bencana  politik  atas  nama  Tuhan  yang  mengungkapkan
             dirinya  melalui  peristiwa-peristiwa  historis.  Doktrin  Kristen
             tentang  Inkarnasi  menekankan  imanensi  Tuhan  di  dunia.
             Perhatian pada apa yang ada di sini dan di saat ini menjadi
             ciri khusus Islam: tak ada seorang realis yang melebihi Nabi
             Muhammad  Saw.,  yang  merupakan  seorang  jenius  politik
             sekaligus  spiritual.  Sebagaimana  telah  kita  saksikan,
             beberapa  generasi  Muslim  belakangan  ikut  mengupayakan
             cita-citanya  untuk  mewujudkan  kehendak  ilahi  di  dalam
             sejarah  manusia  dengan  menegakkan  masyarakat  yang  adil
             dan  bermoral.  Sejak  awal  sekali  Tuhan  dialami  sebagai
             dorongan  untuk  bertindak.  Sejak  masa  ketika  Tuhan—
             sebagai  El  atau  Yahweh—memanggil  Ibrahim  untuk
             meninggalkan  istrinya  di  Haran,  kultus  itu  telah  melibatkan
             tindakan nyata di dunia ini dan sering menuntut keterputusan
             yang pedih dari nilai-nilai lama.

             Keterputusan ini juga menimbulkan ketegangan. Tuhan Suci,
             yang  sepenuhnya  berbeda  dari  segala  wujud,  dirasakan
             sebagai kejutan besar oleh para nabi. Dia menuntut kesucian
             dan  keterpisahan  yang  sama  dari  umatnya.  Tatkala  dia
             berbicara  dengan  Musa  di  Gunung  Sinai,  orang  Israel  tidak
             diizinkan  mendekati  kaki  gunung  itu.  Jurang  pemisah  yang
             sama sekali baru tiba-tiba membentang antara manusia dan
             yang ilahi, meruntuhkan visi holistik paganisme. Oleh karena
             itu, ada potensi keterasingan dari dunia, yang mencerminkan
             terbitnya  kesadaran  tentang  autonomi  individu  yang  tak
             terasingkan.  Bukan  kebetulan  jika  monoteisme  akhirnya
             mengakar  selama  pengusiran  ke  Babilonia,  ketika  orang




                            ~675~ (pustaka-indo)
   677   678   679   680   681   682   683   684   685   686   687