Page 681 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 681

http://pustaka-indo.blogspot.com
             keras  orang-orang  sezamannya  yang  mengira  bahwa
             peribadatan di kuil sudah cukup. Yesus maupun Paulus telah
             menjelaskan  bahwa  ibadat  lahiriah  tidak  ada  gunanya  jika
             tidak disertai kedermawanan. Muhammad berseteru dengan
             orang Arab yang ingin menyembah dewa-dewa pagan selain
             Allah dalam ritus kuno tanpa mewujudkan etos kasih sayang
             yang  dituntut  Tuhan  sebagai  syarat  semua  agama  yang
             benar.  Perpecahan  yang  serupa  terdapat  di  dunia  pagan
             Romawi:  agama  kultus  kuno  ingin  mempertahankan  status
             quo  sedangkan  para  filosof  menyiarkan  misi  yang  mereka
             yakini akan mengubah dunia. Mungkin agama kasih sayang
             dari  Tuhan  Yang  Esa  hanya  diamalkan  oleh  sekelompok
             minoritas;  kebanyakan  orang  merasa  kesulitan  menghadapi
             ekstremitas pengalaman-ketuhanan dengan tuntutan etikanya
             yang tanpa kompromi. Sejak Musa menerima daftar perintah
             Tuhan  dari  gunung  Sinai,  kebanyakan  orang  lebih  suka
             menyembah Sapi emas, gambaran Tuhan tradisional dan tak
             menakutkan  yang  mereka  ciptakan  sendiri  beserta  ritual-
             ritual kunonya yang menenteramkan. Para pemimpin agama
             kuno  itu  sendiri  sering  menutup  telinga  terhadap  inspirasi
             para nabi dan mistikus yang membawa berita tentang Tuhan
             yang lebih banyak menuntut.
             Tuhan  bisa  juga  digunakan  sebagai  obat  mujarab,  sebagai
             alternatif  bagi  kehidupan  duniawi,  dan  objek  fantasi  yang
             mengikuti  hawa  nafsu.  Ide  tentang  Tuhan  sering  dipakai
             sebagai  candu  masyarakat.  Ini  sangat  berbahaya  terutama
             tatkala  dia  dikonsepsikan  sebagai  suatu-Wujud  lain  —yang
             sama  dengan  kita,  tetapi  lebih  besar  dan  lebih  baik—di
             langitnya  sendiri,  yang  dikonsepsikan  sebagai  surga  bagi
             kesenangan-kesenangan  duniawi.  Namun  pada  awalnya,
             “Tuhan”  dipakai  untuk  membantu  manusia  memusatkan
             perhatian pada dunia ini dan untuk menghadapi realitas yang
             tidak menyenangkan. Bahkan, kultus pagan Yahweh, dengan




                            ~674~ (pustaka-indo)
   676   677   678   679   680   681   682   683   684   685   686