Page 18 - E-MODUL BERBASIS PjBL PERUBAHAN LINGKUNGAN
P. 18
Karbon dioksida ( ) bukanlah gas beracun, bahkan diperlukan oleh
tumbuhan untuk berfotosintesis. Akan tetapi peningkatan konsentrasi CO2
dapat mengganggu proses fotosintesis dan memperburuk keadaan iklim di
bumi.
Kadar yang berlebihan akan terkondensasi dengan uap-uap air
membentuk awan yang sifatnya seperti kaca, yakni dapat ditembus cahaya
tetapi menahan energi panas. Akibatnya cahaya matahari yang sampai ke
permukaan bumi akan dipantulkan kembali dalam bentuk kalor ke atmosfer
dan tertahan oleh awan yang sifatnya seperti kaca yang disebut sebagai gas
rumah kaca. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya suhu bumi dan
peristiwa ini dinamakan efek rumah kaca. Jika suhu bumi mengalami
peningkatan secara terus menerus, maka akan terjadi pemanasan global.
Matahari
Gas karbon dioksida yang berlebih
dari bumi terkondensasi membentuk Cahaya matahari masuk
gas rumah kaca melalui atmosfer dan
diserap oleh bumi sehingga
suhu bumi menjadi hangat
ATMOSFER Sebagian panas
dipantulkan oleh bumi
keluar atmosfer
Sebagian panas tertahan di
atmosfer oleh gas rumah
kaca, sehingga suhu bumi
meningkat.
Gambar 1.10 Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca
( Sumber: Modifikasi Pribadi)
3. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat terjadi karena adanya sampah-sampah organik
dan sampah anorganik, tertuangnya pestisida dalam dosis berlebihan,
tumpahan minyak dan merembesnya zat-zat kimia dan logam berat dari
tempat penampungan limbah industri ataupun rumah tangga ke lapisan
permukaan tanah.
e-Modul Perubahan Lingkungan 18

