Page 21 - E-MODUL BERBASIS PjBL PERUBAHAN LINGKUNGAN
P. 21
Selain jenis limbah yang telah disebutkan, ada juga limbah B3 (bahan
berbahaya dan beracun) yakni semua limbah dalam bentuk cair, padat
dan gas yang memiliki potensi merusak kesehatan manusia. Contohnya
pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian dan pembersih
kamar mandi.
Beragam limbah telah menimbulkan pencemaran
yang merugikan manusia dan lingkungan. Oleh karena
itu perlu pengolahan limbah perlu dilakukan oleh
manusia sebagai salah satu bentuk upaya pelestarian
Gambar 2.2
lingkungan. Pengolahan limbah organik dan anorganik Logo 3R
akan menerapkan konsep ekoefisiensi yang meliputi;
(a) reduce, yaitu upaya mengurangi limbah yang
dihasilkan dengan cara mengurangi penggunaan
barang yang menghasilkan limbah,
(b) reuse, yaitu upaya mengurangi limbah dengan cara
Gambar 2.3
menggunakan kembali limbah yang dihasilkan, Logo Up-Cycle
(c) recycle, yaitu upaya mengurangi limbah dengan cara mendaur ulang
limbah, dan
(d) up-cycle, yaitu mengubah barang bekas atau sampah anorganik
menjadi barang yang lebih berguna tanpa melalui proses pengolahan
bahan tersebut.
1. Pengolahan Limbah Organik
Limbah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering dan
ranting dapat dimanfaatkan kembali dengan cara didaur ulang menjadi
pupuk kompos atau pupuk organik cair. Kotoran hewan juga bisa didaur
ulang menghasilkan biogas. Pengolahan limbah organik menjadi kompos,
e-Modul Perubahan Lingkungan 21

