Page 197 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 197

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Tahfidh al-Quran saja, dia rela menjual kedua mobil kesayangan
            untuk membiayai pembangunan gedung dan masjid. Baginya,
            mau diakui atau tiak, pesantren merupakan benteng utama da-
            lam penyebaran syiar Islam.


            Demi syiar Islam itulah, Deden yang sudah dua kali berangkat
            haji itu, bercita-cita ingin berbagi ilmu dan mengembangkan pe-
            santren buhun (tradisional) menjadi moderen, agar bisa mengi-
            kuti zaman.


            Bagi  Deden,  pesantren  merupakan  lembaga  pendidikan  yang
            telah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak sedikit pemi-
            mpin bangsa yang ikut mendirikan bangsa ini adalah kyai dan
            ulama.


            Oleh karena itu, Deden tidak pernah berhenti membuat inovasi
            pendidikan pesantren. Caranya dengan menggabungkan sistem
            pesantren buhun dengan pendidikan yang bisa dimengerti oleh
            anak-anak zaman sekarang. Ia berharap para orangtua juga me-
            mahami bahwa pendidikan pesantren sangatlah penting untuk
            pendidikan karakter anak-anaknya. Belajar di pesantren selain
            menimba ilmu agama, juga bisa belajar tentang kemandirian.


            Memang masih banyak kalangan pesantren sendiri yang tidak
            setuju dengan gagasan modernisasi pesantren karena khawatir
            dengan sisi negatifnya. “Padahal, saya rasa, pola pesantren yang
            disatukan dengan sekolah akan lebih efektif  bagi para anak-
            anak. Ilmu agama punya, ilmu sosialnya juga dapat,” tegasnya.


            Sebagai  orang yang bergelut  di dunia  pesantren,  sebenarnya
            Deden berkeinginan  untuk membagikan  ilmunya lewat karya
            tulisan. Tapi, meskipun dia bukan seorang penulis, dia sudah
            merasa bersyukur dengan apa yang sudah ia peroleh. Apalagi dia



                                                                      | 183
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202