Page 339 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 339
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Tak hanya aktif dalam berorganisasi, pria yang akrab dipanggil
mas Ghozali di kampusnya tersebut juga tetap aktif berdagang.
Sempat ia tertipu puluhan juta rupiah saat order sebuah produk,
namun itu tak juga memadamkan semangat dalam berwirau-
saha. Pernah juga ia menyewa sebuah rumah di dekat kampus
dan membuka rental komputer.
Di tengah kuliah di Unair, datanglah sebuah berita duka yang
membuatnya bersedih dan terpukul; ayahnya meninggal dun-
ia. Kyai Ali, begitu sapaan akrab ayahnya, meninggal dunia di
usianya yang relatif muda, 49 tahun. Sebagai ayah yang selalu
hangat dan penyayang terhadap anak-anaknya, Kyai Ali jelas
merupakan salah satu panutan Muhammad. Sebagai anak su-
lung dari lima bersaudara, meninggalnya sang ayah otomatis
menambah beban yang harus dipikulnya. Tapi justru itu sema-
kin membuat ia terpacu untuk terus bekerja, membantu ibunya
membiayai adik-adiknya yang saat itu masih bersekolah.
Pada tahun 2007, saat baru diwisuda dari Universitas Airlangga,
Muhammad yang sudah memiliki banyak kolega dan jejaring
bisnis langsung direkrut oleh PT. Smartfren Malang sebagai su-
pervisor divisi Human Resource and Development (HRD). Tak
sampai setahun, karena prestasinya, ia diminta menjadi super-
visor HRD di PT. Smartfren Jakarta. Di bawah bimbingan Adi
Sasono, mentornya, ia dan leader nasional MLM tersebut baru
menyadari bahwa kekuatan jejaring yang mereka miliki sangat
sayang jika hanya untuk memperbesar perusahaan asing. Akh-
irnya, mereka mendirikan koperasi retail nusantara, berbekal je-
jaring masing-masing leader. Karena kepiawaian dalam bekerja,
ia pun ditunjuk sebagai direktur Duta Cahaya Nasonal, sebuah
PT yang yang menangani pergudangan koperasi retail tersebut.
| 325

