Page 337 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 337
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Pendidikan formalnya diawali di Sekolah Dasar, SDN Sambisir-
ah, Wonorejo Pasuruan. Meski berjarak empat kilometer dari ru-
mah, setiap pagi Muhammad dengan giatnya berjalan kaki, atau
terkadang mengayuh sepeda menuju sekolah tersebut. Walau-
pun saat kelas satu SD ia pernah tidak naik kelas karena usian-
ya yang tergolong masih terlalu kecil, ia membuktikan bahwa
tidak ada kata gagal untuk bangkit kembali. Tahun berikutnya,
ia meraih juara 1 hingga bertahan sampai tamat bangku Sekolah
Dasar.
Ia melanjutkan sekolah di SMP yang tidak berjauhan dengan se-
kolah SD-nya, yaitu di SMPN Sambisirah-Wonorejo, karena di
sanalah sekolah tingkat menengah yang terdekat. Setelah pagi
hingga siang belajar di sekolah umum, pada sore harinya Mu-
hammad ikut mengaji bersama santri-santri Madrasah di Pondok
Pesantren Miftahul Ulum Alyasini Pasuruan. Sebuah Pesantren
yang sudah dirintis sejak tahun 1950-an oleh kakeknya, Kyai
Yasin, di desa Areng-Areng, Wonorejo, Pasuruan.
Kebiasaan selalu berjamaah di musholla bersama santri-santri
pesantren pun telah ditanamkan oleh keluarganya semenjak ma-
sih kecil. Sang ayah selalu mengajak dia dan adik-adiknya untuk
pergi ke mushalla saat adzan dikumandangkan. Pesantren Mifta-
hul Ulum Alyasini sendiri saat ini merupakan salah satu pondok
pesantren terpadu terbesar di Pasuruan, dengan jumlah santri ke-
seluruhan kurang lebih 5.000 orang, putri dan putra. Pesantren
telah memiliki lembaga pendidikan formal dari PAUD (Pendi-
dikan Anak Usia Dini), TK, SD, SMPN, MTsN, MAN, SMA,
SMKN, SMK Bilingual dan STAI.
Berdagang Sejak di Pesantren
Setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama, atas arahan orang
| 323

