Page 333 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 333
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Penulis Produktif, Aktif di Lembaga
Di tengah menguatnya kebutuhan umat akan karya para ulama
dan dunia pesantren dalam kepenulisan, Kiai Dian hadir den-
gan berbagai tulisan yang berkualitas. Dengan berbagai kegia-
tan yang digelutinya, ia tetap menikmati hobinya membaca dan
menulis. Bahkan, kiai yang masih terlihat muda di usia 50-an
tahun ini tercatat sebagai kolumnis tetap di Harian Solopos, se-
buah koran lokal di Solo Jawa Tengah.
Tak hanya itu, suami dari Hj Murtafiah Mubarokah ini juga ikut
menulis dan menerbitkan beberapa buku, misalnya Mendayung
Juanga, sebagai anggota tim penulis, Jakarta: PPRP, 2003; Menu-
ju Rekonsiliasi Halmahera, sebagai anggota tim penulis, Jakar-
ta: PPRP, 2003; Menimba Kearifan Masyarakat, kumpulan tu-
lisan, Sukoharjo: Amwin Institute dan Pustaka Pesantren, 2004;
Praksis Pembelajaran Pesantren, sebagai ketua tim penulis,
Sukoharjo: Yayasan Selasih bekerjasama dengan ITD Amherst
Massachussetts dan Forum Pesantren, 2007; Fikih Puasa untuk
Remaja, Jakarta: Inti Medina (Tiga Serangkai Group), 2008;
Aqiqah dan Hikmahnya, Jakarta: Inti Medina (Tiga Serangkai
Group), 2009; Penanganan Kekerasan Berbasis Agama: Naskah
Akademik Diajukan kepada Walikota Surakarta, sebagai aggota
tim penulis, Surakarta: Spekham, Commitment dan FKPI, 2010.
Hobi menulis yang digeluti Kiai Dian bahkan juga menular ke
istrinya. Terbukti, beberapa artikel Bu Murtafiah, sapaan akrab-
nya di kalangan santri, juga beberapa kali dimuat juga di koran.
Di usianya yang masih muda, KH M Dian Nafi’ telah melaku-
kan banyak hal besar untuk diri, masyarakat dan pesantren yang
diasuhnya. Meskipun berangkat dari kehidupan sederhana dan
menghabiskan masa kecil serta remajanya di pondok pesantren,
| 319

