Page 332 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 332
KH Mohammad Dian Nafi’ | Pegiat Kemanusiaan dan Literasi
dimaknai mendekat kepada Allah SWT) dan horizontal (sesa-
ma makhluk). Kedua, inklusif. Diakui Kiai Dian, Radio Gesma
dapat berkembang dengan bagus hingga saat ini, karena dapat
merangkul semua kalangan. Bahkan pendengar Radio Gesma
mayoritas anak muda. Ketiga, mesti ada sinergitas dan kolab-
orasi antara senior dan yunior, begitu pula antara guru dan santri.
Sebagai seorang yang dibesarkan di lingkungan desa, Kiai Dian
juga tidak lupa mengajarkan para santri untuk belajar bercocok
tanam. Masalah kurang tersedianya lahan di lingkungan kota,
tak menjadi masalah bagi santri untuk terus berlatih bagaimana
merawat dan memanfaatkan sebuah lahan.
Ada lebih dari 13 ribu pengungsi dan pencari suaka yang tinggal
di Indonesia. Itu data UNHCR pada Mei 2017. Mereka berasal
dari 47 negara yang dilanda konflik berkekerasan yang parah.
Pak Dian mengingatkan, Negara-negara penghasil pengungsi
identik dengan negara yang gagal mengelola pangan. Untuk itu-
lah para santrinya diajak juga mencermati gejala besar ini.
Kajian tentang ihyâ’ul mawat (penyuburan lahan terlantar) da-
lam kitab fikih diwujudkan dengan membuat rombongan bela-
jar bernama Santri Sahabat Bumi (SSB) pada 2014. Sesi 1 ber-
langsung di pondok. Sesi 2-3 berlangsung di Kopeng Kabupaten
Semarang dan sesi 4 adalah membantu petani memasarkan pro-
duk sayuran organik ke super market.
Gagasan pendirian kelompok Santri Sahabat Bumi ini dipicu
oleh kenyataan banyaknya lahan luas yang belum tergarap op-
timal di daerah asal santri di luar Jawa. Melalui SSB ini pula,
para santri belajar perihal pelestarian lingkungan hidup secara
cerdas, yaitu melekatkan ikhitar ekonomi dengan konservasi.
| 318

