Page 327 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 327
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
man nilai-nilai perdamaian tersebut, menjadi bekal yang penting
untuk para santri, termasuk dirinya, ketika mereka ditugaskan
menjadi relawan, baik ketika menghadapi persoalan konflik
langsung atau tidak langsung, maupun ketika ikut menolong
survivor bencana alam. “Kadang kita pikir, ketika ada musibah,
kita hanya bantu dengan materi. Padahal, kita juga bisa ikut
membantu dengan pendampingan psikososial untuk penyembu-
han trauma agar survivor lebih cepat pulih berdaya,” terang Ade
Irman.
Tak hanya dalam penanaman gagasan dan nilai semata, Pesant-
ren Al-Muayyad Windan kemudian juga membentuk sebuah
lembaga yang bernama Amwiner (Al-Muayyad Windan Emer-
gency Response), sebuah wahana pembelajaran manajemen
penanggulangan bencana serta pendampingan korban. Melalui
Amwiner ini pula, para santri Windan dimampukan untuk men-
jadi relawan dan konselor (pendamping) saat terjadi bencana
alam di berbagai daerah di Indonesia, dimulai dari dampak ker-
usuhan Sampit pada tahun 2001.
Beberapa kali Amwiner mengirim para santri yang telah terlatih
untuk ikut mendampingi survivor bencana, misalnya di Madura,
Aceh, Yogyakarta, Klaten, Pangandaran, Padang dan Sragen.
Pendidikan multikultural yang dipegang teguh dalam pembela-
jaran di Pesantren Al-Muayyad Cabang Windan menjadi kun-
ci kesadaran para santri untuk mempersiapkan diri agar dapat
hidup bermartabat di ruang publik. Karena itu, santri dituntut
untuk mampu menyiapkan kebutuhan sendiri, menyelesaikan
masalah, menyusun setiap rencana dengan baik, berperan positif
di dalam kerja tim, serta mampu menerima berbagai budaya dan
pemikiran dari warga yang berbeda agama.
| 313

