Page 409 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 409
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Sholeh Saifuddin. Lima tahun kemudian, 14 Januari 2012, men-
jadi momen menyedihkan baginya. Sang ayah, KH. Imam Ya-
hya Mahrus wafat. Bersama lima adiknya, Reza yang baru be-
rusia 31 tahun diberi amanah untuk meneruskan pesantren Al
Mahrusiyah.
Dia mengajak adik-adiknya untuk memikul amanah ini bersa-
ma-sama. Reza teringat dengan pesan sang ayah, “kunci kesuk-
sesan keluarga adalah kerukunan keluarga itu sendiri.”
Saat ini Pondok Pesantren Al Mahrusiyah tetap berjalan is-
tiqomah. Pesantren yang telah dirintis oleh Kyai Imam Yahya
Mahrus semakin berkembang. Setiap hari, kegiatan pesantren,
mulai dari sekolah formal, mengaji, hingga sholat malam (istig-
hotsah) selalu dilakukan dengan didampigi oleh keluarga Kyai
Imam Yahya Mahrus. Lembaga-lembaga pendidikan yang be-
rada di bawah naungan Yayasan Al Mahrusiyah, mulai PAUD-
SD-MTs-MA-SMK dan Madrasah Diniyah tetap mendapatkan
pendampingan keluarga ini.
Selain di pesantren, Reza juga mendapatkan amanah untuk
berkhidmah di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT), perguru-
an tinggi yang didirikan sang kakek, KH. Mahrus Aly. Sebagai
wakil rektor I, ia mendampingi sang paman, KH. Abdullah Kaf-
abihi Mahrus yang menjabat sebagai rektor.
Keseharian Reza seakan tidak pernah berhenti dengan dunia
pendidikan. Pagi dan siang menjadi waktu beraktifitas di dunia
pendidikan formal. Sementara sore hingga malam menjadi wak-
tu beraktifitas di pesantren dan madrasah diniyah. Di sela-sela
aktifitasnya mendampingi santri, dia masih menyempatkan diri
untuk berkegiatan di luar. Seperti memberikan pengajian dan ce-
ramah, di dalam ataupun luar kota, bahkan hingga keluar negeri.
| 395

