Page 419 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 419

Dr. Hasan Djafar

                                         $KOL DUNHRORJL ,QGRQHVLD  HSLJUD¿  GDQ VHMDUDK NXQR DGDODK VHEXWDQ XQWXN +DVDQ 'MDIDU  ,D MXJD DNWLI
                                         mengikuti ekskavasi di berbagai tempat di Indonesia baik di situs-situs prasejarah maupun masa sejarah
                                         sehingga ia dikenal sebagai ahli arkeologi yang “all-round”. Mang Hasan, demikian panggilannya,
                                         mengawali kariernya di Departemen Arkeologi UI tahun 1971 sebagai asisten dan tahun 1975 sebagai
                                         dosen hingga masa purnabaktinya tahun 2006. Disertasi yang dipertahankan dalam sidang doktornya
                                         membahas tentang kehidupan masa lampau di Situs Batujaya. Keahliannya dalam persejarahan klasik
                                         Indonesia, membuat Mang Hasan selalu aktif terlibat dalam berbagai seminar mengenai Kebudayaan
                                         Indonesia masa lampau.


























                                         Chaidir Ashari, S.Hum

                                         Sarjana  arkeologi  UI  yang  baru  lulus  beberapa  tahun  ini,  telah  menunjukkan  dirinya  sanggup
                                         bekerja seirama dengan para seniornya. Ia lahir di Jakarta pada tahun 1987 Berbekal pengetahuan
                                         dan  penelitiannya  ketika  menyusun  skripsinya:  Inskripsi-inskripsi  pada  Relief  Karmawibangga  di
                                         Candi Barabudur, ia memiliki semangat yang tinggi untuk dapat masuk ke dalam dunia intektual.
                                         Untuk mencapai cita-citanya, ia sedang menempuh pendidikan magisternya dengan tetap pada jalur
                                         perhatiannya, yaitu Kebudayaan Indonesia masa klasik. Meskipun secara resmi ia belum bekerja di
                                         instansi arkeologi, keaktifannya dalam kegiatan arkeologi patut memperoleh apresiasi.














        390
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424