Page 176 - NUZUL_Buku Kerja Pengujian Hidrolika_Denny Yatmadi, Nuzul Barkah Prihutomo & Wahyuni Susilowati
P. 176

Bab XIII




               Kestabilan Benda Apung




               13.1 TUJUAN PEMBELAJARAN:

               Mahasiswa dapat menentukan jenis-jenis kestabilan benda apung.


               13.2 TEORI PENUNJANG


               Suatu benda yang terapung dalam zat cair akan mendapatkan gaya tekan ke atas (gaya
               apung) sebesar “ B kN” yang besarnya sama dengan berat benda (W) dan sama dengan

               berat zat cair yang didesak benda tersebut. Sehingga berlaku persamaan:
               B  = W = Berat cairan yang didesak benda yang terapung

               B = W = V. γ zat cair ( V adalah volume cairan yang didesak)

               Volume cairan yang disesak = Volume bagian benda yang terendam







                 γ zat cair





               Bo = Pusat gaya apung  (Pusat zat cair yang didesak benda)

               Wo = Pusat berat benda
               Yang perlu diperhatikan:

                   a.  Apabila Wo berada di bawah Bo , maka benda dalam kondisi terapung stabil ( hal

                       tersebut dapat terjadi jika benda tidak homogen ).
                   b.  Apabila Wo berada diatas Bo , maka dapat terjadi dua kemungkinan :

                          •  Benda Terapung Stabil

                          •  Benda Terapung Labil
               Untuk mengetahui apakah kondisi pengapungan suatu benda dapat diketahui dengan:

                   a.  Kondisi pengapungan stabil, jika setelah benda digoyang terjadi  momen yang

                       arahnya berlawanan dengan arah goyangan. Hal tersebut terjadi jika Mo (titik
                       metacentrum) berada diatas Wo atau “ M (tinggi metacentrum) > 0”





                       Jurusan Teknik Sipil                                                          147
                       Politeknik Negeri Jakarta
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181