Page 73 - LAPORAN SKRIPSI - YANA TRISNAWATI 11160930000028
P. 73

konstruk. Nilai akar AVE harus lebih besar atau lebih tinggi dari kolerasi

                               antar konstrak dengan konstrak lainnya (Yamin & Kurniawan, 2011).


                        b.     Analisis Model Struktural (Inner Model)

                                      Analisis model struktural atau inner model menggambarkan model

                               yang berhubungan antara variabel laten yang dibentuk berdasarkan subtansi


                               teori. Model ini terdapat beberapa pengukuran nilai yaitu path coefficient

                                                                2
                                                                                                    2
                               (β), coefficient of determination (   ), nilai t-test, pengujian effect size (   ),
                                                      2
                                                                               2
                               predictive relevance (   ), dan  relative impact (   ).
                                      Pengukuran pertama yaitu yaitu path coefficient (β) dengan melihat


                               signifikansi  dalam  pengujian  hipotesis  atau  kekuatan  hubungan  antara

                               konstruk. Nilai uji batas ambang harus di atas 0.1 sehingga dapat dikatakan


                               memiliki pengaruh di dalam model tersebut.

                                      Selanjutnya  tahap  kedua  yaitu  mengukur  nilai  coefficient  of


                               determination  (   ) pada  tingkat  variasi  perubahan  variabel  independen
                                                2
                               terhadap variabel dependen (Abdillah & Mustakini, 2015). Batas ambang


                                      2
                               nilai       dibagi  menjadi  tiga  tingkatan  klasifikasi  yaitu  0.67  sebagai
                               substansial,  0.33  sebagai  moderat,  dan  0.19  sebagai  tingkat  varian  yang


                               lemah (Yamin & Kurniawan, 2011).

                                      Setelah  itu  melakukan  uji  t-test  dengan  menggunakan  metode


                               bootstrapping  melalui  uji  one-tailed  dengan  nilai  tingkat  signifikansi.

                               Besaran nilai tingkat signifikasi yang digunakan untuk uji one-tailed adalah


                               1.65  (tingkat  signifikan  10%),  1.96  (tingkat  signifikan  5%),  dan  2.57

                               (tingkat signifikan 1%) (Hair et al., 2017; Yamin & Kurniawan, 2011). Nilai








                                                              53
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78