Page 65 - fikih kls 9
P. 65
Manfaat gadai (Rahn) bagi penerima gadai (Al-Murtahin) adalah menghindari kemungkinan
penggadai (ar-Rãhin) melalaikan kewajibannya.
Manfaat gadai bagi kedua belah pihak (al-‘aqidan) adalah saling tolong menolong dalam
memenuhi kebutuhannya.
D. UPAH
1. Pengertian upah
Upah dalam bahasa Arab disebut dengan Ujrah. Upah dalam hukum agama adalah pemberian
sesuatu sebagai imbalan dari jerih payah seseorang dalam bentuk imbalan di dunia dan dalam
bentuk imbalan di akhirat. Berbeda sekali pengertian upah dalam istilah barat, yaitu Gaji biasa
atau minimum yang dibayarkan langsung atau tidak langsung, oleh pengusaha kepada pekerja
hanya dalam kaitan dengan hubungan kerja, tidak mempunyai keterkaitan erat antara upah dengan
moral, dan tidak memiliki dimensi dunia dan akhirat.
Upah yang diberikan hendaknya berdasarkan tingkat kebutuhan dan taraf kesejahteraan masyarakat
setempat.
Hadits Nabi Muhammad Saw. : َ َ َ
َ َ ْ َ َ َ
َ
ُ
أ ْ
ُ َ
ْ
ْ ُ ْ َ ْ
ْ
ز
َ
َ
)هجام �ا هاور( هقرع ف ب ي � نا لبق هرجأ ي رجلا اوطعأ
ِ
ب
ِ
“Berikanlah kepada buruh upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah)
Dari hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa agama Islam itu sangat memperhatikan hak
pekerja atau buruh. Pembahasan masalah upah ini, meliputi pengertian upah, hukum upah, rukun
dan syarat upah, keutamaan membayar upah, hikmah upah. Pada masa khalifah Umar R.a. gaji
pegawai disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
2. Hukum Upah
Pemberian upah hukumnya mubah, tetapi bila hal itu sudah menyangkut hak seseorang sebagai
mata pencaharian berarti wajib. Sebagai karyawan/pegawai adalah pemegang amanah majikan/
pemilik perusahaan, maka ia wajib untuk mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
dengan sebaik-baiknya.
Allah Swt. Berfirman :
59
Fikih - Kelas IX
fikih siswa kls 9__revisi.indd 59 6/16/16 5:31 PM

