Page 69 - fikih kls 9
P. 69

CERITA HIKMAH




                     Cerita Hikmah






                                            Perniagaan yang berhasil



                         bdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang kaya raya dan dermawan karena
                         kemahirannya  dalam  berdagang.  Ia termasuk  salah  satu  sahabat  nabi  yang  permulaan
                Amenerima Islam (Assabiqunal Awwaluun). Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat hendak
                 melakukan hijrah ke Madinah, Abdurrahman termasuk orang yang menjadi pelopor kaum Muslimin
                 untuk mengikuti ajakan  Nabi yang mulia  ini.  Di kota Madinah, Rasulullah  SAW banyak
                 mempersaudarakan  kaum Muhajirin dan kaum  Anshor. Di antaranya  Abdurrahman yang
                 dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi’ al-Anshory Ra.

                 Diriwayatkan dari Anas bin Malik, sesungguhnya Abdurrahman bin Auf telah dipersaudarakan (oleh
                 Nabi Saw.) dengan Sa’ad bin al-Rabi’ al-Ansari tatkala tiba di Madinah. Lalu Sa’ad berkata kepadanya:
                 Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang punya banyak harta, pilihlah dan
                 ambillah/ dan saya juga mempunya dua orang isteri, lihatlah salah satunya yang mana yang menarik
                 hatimu  sehingga saya bisa mentalaknya  untukmu.  Abdurrahman menjawab  semoga  Allah
                 memberkatimu pada hartamu dan keluargamu (akan tetapi) tunjukkanlah di mana letak pasarmu.
                 Merekapun menunjukkan pasar, maka beliaupun melakukan transaksi jual beli sehingga mendapatkan
                 laba (yang banyak) dan telah mampu membeli keju dan lemak.

                 Abdurrahman bin Auf boleh miskin materi, tapi ia tidak akan pernah menjadi miskin mental. Jangankan
                 meminta, ia pun pantang menerima pemberian orang selain upahnya sendiri. ‘Tangan di bawah’ sama
                 sekali bukan perilaku mulia. Abdurrahman bukan hanya tahu, melainkan memegang teguh nilai itu.
                 Ia pun memutar otak bagaimana dapat keluar dari kemiskinan tanpa harus menerima pemberian orang
                 lain. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Ia pun pergi ke pasar dan mengamatinya secara
                 cermat. Dari pengamatannya ia tahu, pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Para
                 pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut, sebagaimana para pedagang sekarang
                 menyewa kios di mal.
                 Kreativitas Abdurrahman pun muncul. Ia minta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang
                 kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara
                 baik. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Bila dari berdagang itu terdapat
                 keuntungan,  ia menghimbau mereka  untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya.  Para pedagang
                 gembira dengan tawaran itu karena membebaskan mereka dari biaya operasional. Mereka berbondong
                 pindah ke pasar baru yang dikembangkan Abdurrahman. Keuntungannya berlipat. Dari keuntungan
                 itu, Abdurahman mendapat bagi hasil. Semua gembira. Tak perlu makan waktu lama, Abdurrahman
                 keluar dari kemiskinan, bahkan menjadi salah seorang sahabat Rasul yang paling berada. Kegigihannya
                 dalam berdagang juga seperti yang beliau ungkapkan sendiri: “aku melihat diriku kalau seandainya
                 aku mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak”.


                 Sumber: http://ceritaislami.net/abdurrahman-bin-auf-sahabat-nabi-yang-kaya-raya-namun-dermawan-bagain-satu/



                                                                                                            63
                                                                                          Fikih - Kelas IX





       fikih siswa kls 9__revisi.indd   63                                                                        6/16/16   5:31 PM
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74