Page 220 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 220
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
Aisyiyah, Muslimat dan GPII Putri mengusulkan: Agar
KOWANI merupakan badan kontak (Contact lichaam) dan supaya
semua keputusan diambil dengan suara bulat, Karena kongres tidak
dapat menerima usul ini, Aisyiah, GPII Putri dan Muslimat ke luar
dari keanggotaan KOWANI.
Peristiwa-peristiwa dan kegiatan-kegiatan penting setelah
kongres KOWANI tahun 1948.
a. Pemberontakan Madiun (tanggal 18 September tahun 1948).
b. Serbuan tentara Belanda ke Ibu Kota Republik Yogyakarta
pada tanggal 19 Desember tahun 1948.
c. Larangan bersidang dan berkumpul oleh tentara pendudukan
Belanda.
d. Dalam rapatnya yang diadakan pada bulan Mei 1949, KOWANI
mengeluarkan pernyataan (statement) yang penting. Pernyataan
tersebut merupakan suatu pemberitahuan adanya permusyawaratan
organisasi-organisasi perempuan seluruh Indonesia, yang karena
keadaan perang sukar berhubungan satu sama lain.
Pernyataan tersebut didasarkan pada pendapat bahwa:
1) Gerakan Wanita merupakan salah satu kekuatan dan alat
perjuangan.
2) KOWANI adalah satu-satunya organisasi yang menghimpun
organisasi-organisasi Perempuan.
Adapun isi pernyataan antara lain adalah:
1) KOWANI harus mengambil prakarsa untuk membangun
kembali dan mempersatukan organisasi-organisasi perempuan
seluruh Indonesia untuk melanjutkan perjuangan.
2) Mengusahakan terselenggaranya kongres perempuan
seluruh Indonesia.
188
188

