Page 221 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 221
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
3) KOWANI akan mengadakan persiapan di kalangan
organisasi-organisasi anggota supaya menghubungi cabang-
cabangnya di daerah-daerah.
4) Menyusun persiapan untuk permusyawaratan di Yogyakarta.
Maksud permusyawaratan adalah:
a) Membawa perempuan Indonesia ikut serta dalam perjuangan
Bangsa.
b) Meningkatkan perjuangan perempuan.
c) Mempererat hubungan antara pergerakan-pergerakan
wani-ta seluruh Indonesia.
5) Permusyawaratan harus mencakup:
a) Pergerakan perempuan merupakan faktor yang penting
dalam perjuangan Bangsa.
b) Emansipasi rakyat harus disertai emansipasi perempuan.
c) Satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan pergerakan
wa-nita adalah Kemerdekaan Bangsa yang berdaulat.
Dalam masa 1945-1950 KOWANI mempunyai cabang-cabang
antara lain di Bogor, Solo, dan Kediri. Demikianlah kegiatan-kegiatan
Pergerakan Perempuan dalam masa Perang Kemerdekaan. Sesuai
dengan, irama perjuangan dan panggilan waktu Perempuan Indonesia
ikut berperanan dalam pembelaan Negara Tanah Air. Meskipun
demikian tidak mengabaikan kewajibannya sebagai suatu kekuatan
sosial dalam ikut membangun dan mengisi Negara Indonesia Merdeka.
Kongres Wanita se Kalimantan pertama diadakan pada tanggal
17 — 20 Februari 1948 di Kandangan dan dihadiri oleh utusan dari
KOWANI Pusat.
Salah satu keputusan penting dalam Kongres ialah: tergabungnya
semua organisasi Wanita se-Kalimantan dalam satu federasi:
189
189

