Page 279 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 279
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
(2) Mengajukan kepada pemerintah agar menyempurnakan
Badan Permufakatan Nasional Kesejahteraan Keluarga untuk
memikirkan dan memberikan bimbingan mengenai kesejahteraan
keluarga dalam membina Kepribadian Nasional melalui sekolah
rendah sampai sekolah menengah atas dan masyarakat sesuai dengan
jiwa Pancasila.
(3) Untuk melindungi kebudayaan nasional terhadap pengaruh
kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan selera dan kepribadian
Indonesia harus dikembangkan Kebudayaan Nasional yang menuju
ke kebudayaan Masyarakat Sosialis Indonesia dengan memupuk
serta mengadakan pertukaran kebudayaan daerah dan mendirikan
Balai Budaya.
(4) Harus diakui, bahwa penyiaran agama kalau dibandingkan
dengan pengajaran dan pendidikan pengetahuan-pengetahuan
lainnya baik di sekolah maupun di masyarakat belum memuas-kan
karenanya maka dianjurkan kepada Pemerintah c.q. Departemen
Agama supaya lebih menyempurnakan penyiaran dan pendidikan
agama.
eristiwa-peristiwa penting dan kegiatan setelah Kongrongreses
eristiwa-peristiwa penting dan kegiatan setelah Kongres
eristiwa-peristiwa penting dan kegiatan setelah K
3. 3. 3. 3. 3. PP PP Peristiwa-peristiwa penting dan kegiatan setelah Keristiwa-peristiwa penting dan kegiatan setelah Kongrongreses
a. Pada tanggal 27 Maret s/d 7 April 1961, Kongres Wanita
Indonesia mengirim utusan-utusan ke “Asian Regional Conference”
dan Seminar dari Associated Country Women of the World di
Universitas Malaya Kualalumpur, yaitu:
1) Ny. Muharam Wirangtakusurnah (Bhayangkari)
2) Nn. Malahayati Abdullah (Pemuda Putri Indonesia)
Seminar itu diselenggarakan oleh National Association of
Women’s Institutes, Federation of Malaya, yang diketuai oleh Raja
Perempuan Perlis.
247
247

