Page 277 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 277
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
i) Memberi tugas kepada organisasi-organisasi wanita setempat
untuk memelihara dengan baik peninggalan dan tempat-tempat
bersejarah di daerahnya masing-masing terutama mengenai
pah-lawan-pahlawan perempuan.
j) Berusaha mendirikan “Museum Perjuangan Wanita”.
k) Memberi kekuasaan kepada Pimpinan Baru Kongres Wanita
In-donesia untuk meninjau kembali Peraturan/Anggaran Dasar dari
Badan-Badan Usaha bersama Kongres Wanita Indonesia (Yayasan-
Yayasan, Panitia-Panitia, Komisi-Komisi, dan lain-lain).
l) Kongres mengesahkan pembentukan Yayasan Daya Wanita
yang merupakan usaha penampungan/penyempurnaan bekas
perkumpulan “Roumer Visser”, dengan Ketua Ny. Theodora
Walandouw dan Wakil Ketua Ny. Jo Chaerul Saleh.
m)Memberi tugas kepada Majelis Permusyawaratan Kongres
Wanita. Indonesia membuat program yang berisikan:
(1)Piagam Hak-hak Wanita yang telah diputuskan oleh Kongres
Wanita Indonesia.
(2) Ketetapani MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara) ke-I dan II mengenai Pola Pembangunan Semesta
Be-rencana Tahapan Pertama Tahun 1961-1969.
n) Pada Kongres ke-XII itu telah dipilih sebagai Dewan
Pimpinan:
(1)Dr. Ny. Hurustiati Subandrio (ISWI) sebagai Ketua
Koordinator.
(2) Ny. Burdah Yusupadi (Wanita Demokrat Indonesia)
(3) Ny. Maria Ulfah SH (PASI)
(4) Ny. Titi Memed Tanumidjaja (Bhayangkari)
(5) Ny. Mudikdio (Gerwani)
245
245

