Page 272 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 272

Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
                                       Perempuan  dalam  Gerakan Kebangsaan
               IKWANDEP maupun DHARMA PERTIWI tercatat sebagai
               anggotanya.

                   Ketegangan memuncak ketika PKI menyulut kudeta pada
               tanggal 30 September 1965, yang kemudian dikenal sebagai peristiwa
               Gerakan 30 September/PKI (G 30 S). Tujuh orang perwira tinggi
               ABRI dibunuh dengan kejam di Lubang Buaya. Mayor Jenderal
               Soeharto selaku Panglima Kostrad segera mengambil langkah-
               langkah untuk pemulihan keamanan.

                   Setelah pecah G 30 S, aspirasi perempuan yang selama ini
               terpendam dan terkekang mencari salurannya di luar KOWANI.
               Karenanya timbul aksi dari Koordinasi Wanita KAP-GESTAPU
               (Komando Aksi Pengganyang-an Gestapu) pada akhir tahun 1965,
               yang kemudian menemukan bentuknya pada tahun 1966 dalam
               KAWI (Kesatuan Aksi Wanita Indonesia).

                   Sementara itu, Majelis Permusyawaratan KOWANI tanggal 29
               Oktober 1965, telah memecat GERWANI sebagai anggota karena
               terlibat G 30 S, namun pembersihan ke dalam Dewan Pimpinan
               KOWANI baru diadakan pada tahun 1966. Selanjutnya dalam
               Mukernas Golkar pada bulan Desember 1965, telah diputuskan
               struktur Sekber Golkar terbagi dalam 10 (sepuluh) Koordinasi
               termasuk Koordinasi Wanita. Sejak itu Koordinasi Wanita Sekber
               Golkar mulai diaktifkan. Demikianlah suasana pada masa 1960 —
               1965 yang mempengaruhi dan tercermin dalam perkembangan
               Pergerakan Wanita Indonesia.
                   Antara tahun 1960-1965, telah dilangsungkan 2 (dua) Kongres
               Wanita Indonesia yaitu Kongres tahun 1961 dan Kongres tahun 1964
               di Jakarta. Dalam Kongres tahun 1961 terjadi perubahan yang
               penting, yaitu perubahan Sekretariat Kongres menjadi Dewan
               Pimpinan Kongres.






                                             240
                                            240
   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277