Page 268 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 268

Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
                                       Perempuan  dalam  Gerakan Kebangsaan

               Darat dibentuk  Panitia Penasehat Pembentukan Korps Wanita
               Angkatan Darat What Bab. V).

                   6) Pada tahun 1959, setelah diperjuangkan diangkat lagi 2 (dua)
               orang perempuan di Pengadilan Agama.

                   7) Tanggal 13 Desember 1959, Kongres Wanita Indonesia
               mengadakan Seminar mengenai Kebudayaan Nasional dengan
               prasaran-prasaran dari: Persit, Wanita Demokrat, dan Perwari.


                   ongres es WWanita Ianita Indonesia ndonesia TTahun 1961ahun 1961
                   ongr
               F F F F F.. .. . KK KK Kongrongres es WWanita Ianita Indonesia ndonesia TTahun 1961ahun 1961
                   ongres Wanita Indonesia Tahun 1961
                   Perkembangan Pergerakan Wanita dalam masa ini sangat
               dipengaruhi oleh situasi politik negara bila dibandingkan dengan
               masa-masa sebelumnya. Masa Demokrasi Terpimpin diawali dengan
               Dekrit Presiden Soekarno tertanggal 5 Juli 1959. Dibentuk lembaga-
               lembaga baru MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara),
               DPRGR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong), DPA (Dewan
               Pertimbangan Agung), DEPERNAS (Dewan Perancang Nasional) dan
               Front. Nasional dengan komposisi Gotong Royong/Nasakom
               (Nasionalis Agama Komunis), yang anggota-anggotanya ditunjuk/
               diangkat oleh Presiden. Ketua Mahkamah Agung, Ketua MPRS,
               Ketua DPRGR dan Jaksa Agung diangkat menjadi Menteri. Manipol
               (Manifesto Politik) Usdek (Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme
               Indonesia, Deklarasi Eko-nomi, Kepribadian Nasional) ditetapkan
               sebagai Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Pada kenyataannya,
               Dekrit Presiden adalah pengam-bil-alih seluruh wewenang
               Pemerintah dan pemusatan kekuasaan dalam satu tangan. Pada tahun
               1963, MPRS telah mengangkat Soekarno sebagai Presiden seumur
               hidup pemimpin Besar Revolusi.
                   Sejak semula, PKI (Partai Komunis Indonesia) yang ingin
               memperkuat kedudukan politiknya, mendukung Presiden Soekarno.
               Dengan menggarapnya secara sistimatis ditimbulkan keyakinan pada
               Presiden bahwa tanpa PKI ia akan menjadi lemah terhadap TNI


                                            236
                                             236
   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273