Page 267 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 267

Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)

                     (6) Pernyataan kedua:

                     Mendukung berdirinya Front Nasional Pembebasan Irian Barat
                dengan BKS-BKS-nya. Bertekad bulat turut memperjuangkan
                pembebasan Irian Barat dalam waktu sesingkat-singkatnya.

                     14) Dalam rangka Peringatan 30 Tahun Kesatuan Pergerakan
                Wanita disusun buku “Peringatan 30 Tahun Kesatuan Pergerakan
                Wanita Indonesia” dengan bantuan Departemen Penerangan.
                     c. Tahun 1959:

                     1) Membentuk panitia sandang pangan untuk merencanakan
                distribusi sandang pangan.

                     2) Mengajukan calon untuk MPRS (Majelis Permusyawaratan
                Rakyat Sementara).
                     3) Menentukan bahwa Kongres Wanita Indonesia tidak turut
                merayakan  Hari  Wanita  Internasional  tanggal  8  Maret,  tetapi
                menyerahkan perayaan hari tersebut kepada masing-masing organisasi.

                     4) Membentuk Panitia Perumus Kebudayan Nasional untuk
                membahas peranan perempuan dalam meningkatkan kebudayaan
                nasional.
                     5) Setelah mendengar ceramah Kolonel Dr. Soemarno
                menge-nai Kesatuan Wanita Angkatan Darat pada Permusyawa-ratan
                Kongres Wanita Indonesia tanggal 20 September 1959, dibentuk
                Panitia Kesatuan Wanita Angkatan Darat oleh Kongres Wanita
                Indonesia, terdiri dari 8 (delapan) orga-nisasi yang diketuai oleh Ny.
                M. Wahyudi (dari Bhayang-kari). Adapun delapan organisasi tersebut
                adalah Bhayang-kari, Persit Muslimat Masyumi, PWKI (persatuan
                Wanita Kristen Indonesia), PPI (Pemuda Putri Indonesia), Muslimat
                NU, Wanita Katholik dan Wanita Universitas. Panitia tersebut telah
                menyusun usul-usul/pendapat yang kemudian mendapat perhatian dari
                Pimpinan Angkatan Darat. Pada tahun 1960 oleh Pimpinan Angkatan



                                             235
                                             235
   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272