Page 273 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 273

Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)

                     Pada sistem Sekretariat, Sekretariat hanya merupakan Badan
                Pelaksana dari semua keputusan/anjuran Kongres dan Majelis
                Permusyawaratan serta tidak dapat menentukan kebijaksanaan
                sendiri. Sedang Dewan Pimpinan mempunyai wewenang menentukan
                kebijaksanaan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

                     Selama masa 1961 — 1965, hubungan Kongres Wanita Indonesia
                dengan gabungan organisasi perempuan daerah mulai diadakan
                dengan melalui saluran kepala daerah. Pada Kongres tahun 1964,
                wakil-wakil dari gabungan organisasi perempuan daerah juga
                diundang. Kemudian dengan bantuan para Gubernur daerah-daerah
                yang belum mempunyai gabungan organisasi perempuan di tingkat
                propinsi (dati I) segera membentuknya. Hubungan Kongres Wanita
                Indonesia dengan gabungan-gabungan organisasi wanita di daerah
                merupakan hubungan administratif.
                     Peristiwa-peristiwa penting dan kegiatan menjelang Kongres
                tahun 1961:

                     a. Mengusulkan 9 orang calon dari Kongres Wanita Indonesia
                untuk duduk dalam Dewan Kebudayaan Nasional.

                     b. Mengusulkan kepada pimpinan Angkatan Darat pembentukan
                “Panitia Penasehat Kesatuan Wanita Angkatan Darat” serta
                pengangkatan 2 orang calon dari Kongres Wanita untuk “Tenaga
                Inti Kesatuan Wanita Angkatan Darat” yaitu Ny. Kartimi Tam-bunan
                Maulani dan Nn. Mulyati (sekarang Kol. Mulyati). Sebagai hasil dari
                saran-saran KWI tersebut, maka:

                     1) Dengan Surat Keputusan KASAD, No.: Kpts-381/3/1960
                tertanggal 23 Maret 1960 dibentuk suatu “Panitia Penasehat
                Pembentukan Corps Wanita Angkatan Darat” yang terdiri dari:

                     a) Nn. Rahyu Paramita Abdurachman dari PMI sebagai Ketua.
                     b) Ny. Soemarno dari PMI




                                             241
                                             241
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278