Page 79 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 79
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 79
pernah tercatat menimbulkan kerusakan
dan korban jiwa. Diantara sejumlah peristiwa
tersebut yang cukup menonjol adalah:
1. Gempabumi yang menyebabkan tsunami
pada 4 Januari 1907 di sekitar Kepulauan
Simeulue, peristiwa gempabumi ini tidak
terdokumentasi secara lengkap. Getaran
gempabumi dirasakan hingga ke Kota
Meulaboh dan Wilayah Tapanuli di
Sumatera Utara. Tidak begitu jelas angka
korban yang ditimbulkan. Namun menurut
NOAA jumlah korban diperkirakan sekitar
400 jiwa. Kanamori dkk pada Tahun 2010
mempublikasikan catatan paling rinci
dari yang pernah ada untuk menjelaskan
gempabumi di sekitar Simeulue di Tahun
1907 tersebut dengan menggunakan
beberapa catatan seismogram yang ada
di Jepang dan Jerman. Berdasarkan data
tersebut beliau dan tim berkesimpulan
bahwa kekuatan Gempabumi di Simeulue
pada Tahun 1907 tersebut berkisar
antara Magnitude 7,5 hingga 8,0 dan
karena sifat goncangan yang dihasilkan
gempabumi tersebut dikelompokkan
ATAS sebagai tsunami earthquake. Salah
Gambar 2.4 Jejak Reruntuhan satu ciri tsunami earthquake adalah
rumah akibat bencana Gempa di goncangan yang dirasakan relatif kecil
Banda Aceh tahun 2004.
namun menghasilkan gelombang tsunami.
Diperkirakan goncangan gempabumi ini
BAWAH
berlangsung hingga 40 detik (Kanamori
Gambar 2.5 Bangunan SD Ketol
yang telah dibangun kembali dkk, 2010).
setelah terjadi peristiwa Gempa Gambar 2.5 (a) memperlihatkan grafik
tahun 2004. Pada waktu gempa seismogram yang tercatat di Osaka dan
bangunan runtuh dan menimpa dikoleksi oleh Kanamori dkk. Newcomb dan
anak anak yang sedang belajar.
McCann (1987) menggambarkan intensitas
kejadian gempabumi di Tahun 1907 seperti
terlihat pada Gambar 2.5 (b). Gambar
2.5 (b) memperlihatkan bahwa intensitas
gempabumi pada Tahun 1907 tersebut
mencapai skala MMI di atas 8 di beberapa

