Page 87 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 87

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                     87


                                                     menimbulkan korban jiwa dan kerusakanan
                                                     lanjutan pada wilayah terdampak (EERI,
                                                     2005). Namun akibat gempabumi 8,5 Mw
                                                     ini menimbulkan gelombang tsunami yang
                                                     melanda beberapa kawasan di Kepulauan
                                                     Banyak dan Kepulauan Nias. Di sekitar Pantai
                                                     Sorake di Kabupaten Nias Selatan, tinggi
                                                     gelombang tsunami dilaporkan mencapai
                                                     1,8 m. Sekalipun ketinggian gelombang
                                                     tsunami yang terjadi cukup besar, namun
                                                     karena kecepatan gelombang yang tidak
                                                     kencang, banyak struktur bangunan yang
                                                     dilanda gelombang tsunami ini yang tidak
                                                     mengalami kerusakan parah.  Tsunami
                                                     juga melanda beberapa bagian di selatan
                                                     Pulau Simeulue seperti di Kecamatan
                                                     Labuhan Bajau dimana gelombang tsunami
                                                     merusakkan beberapa bangunan non
                       Gambar 2.18 Beberapa
                                                     permanen (seperti berdinding papan) di
                       gempabumi yang terjadi pada
                       1861 di sekitar Kepulauan Nias   wilayah ini.
                       (Newcomb dan McCan, 1987).       Akibat gempabumi ini, kerusakan
                                                     pada bangunan dapat dilihat pada
                pusat gempa yang diestimasi oleh CMT   bangunan permanen disebabkan karena
                dan USGS.  Terdapat sedikit perbedaan   buruknya cara pelaksanaan konstruksi
                pusat gempabumi diantara kedua data   yang tidak mengindahkan peraturan
                tersebut.  Wilayah runtuhan yang terjadi   pelaksanaan pendirian bangunan dengan
                pada 2005 tersebut hampir menyerupai   material permanen yang telah ditetapkan
                dengan bidang runtuhan yang terjadi   sebelumnya. Kualitas penulangan dan
                akibat  Gempabumi  dengan  kekuatan  8,5   kekuatan beton yang digunakan ditemukan
                Mw di lokasi berdekatan di Tahun 1861. Ini   tidak cukup berkualitas untuk menahan
                menandakan bahwa karakter gempabumi di   kerusakan akibat goncangan gempabumi
                sekitar Kepulauan Nias memiliki perulangan   dengan magnitude 8,5 Mw tersebut.
                yang khas seperti yang terjadi pada 1861   Berberapa rumah adat Nias juga dilaporkan
                dan Tahun 2005.                      rusak, namun lebih disebabkan karena
                   Gempabumi susulan juga tercatat   minimnya proses perawatan yang dilakukan
                beberapa kali dengan kekuatan 6,0 Mw   pada rumah-rumah tradisional tersebut
                terjadi di sekitar Kota Gunungsitoli dan   seperti ditemukan di Desa Bawogosali di
                gempabumi dengan kekuatan 5,5 Mw terjadi   sekitar Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan
                di sekitar Pulau Simeulue. Kedua gempabumi   (EERI, 2005).
                susulan tersebut memili karakteristik      Akibat gempabumi ini, deformasi
                gempabumi  dangkal  namun  tidak     kawasan pantai dapat dilihat di beberapa
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92