Page 163 - THE SECRET TO GOVERNMENT RESTORATION-New_Neat
P. 163

tuanya dan melayani dengan baik. Lain halnya dengan
           anak yang kedua, ia justru datang kepada ayahnya dan
           berkata  „Ayah,  bagikanlah  bagi  kami  harta  warisan
           sebagai  anak-anak  ayah‟.  Lalu  ayahnya  melakukan

           seperti yang dikatakan anak bungsunya. Ia membagikan
           kepada  setiap  anaknya  harta  warisan  itu.  Setelah
           menerima  harta  warisan,  anak  yang  bungsu  membawa
           semua  hartanya  ke  negeri  yang  jauh.  Ia  memboroskan
           hartanya dengan pesta pora dan foya-foya. Suatu ketika,
           terjadilah kelaparan di negeri itu. Ia kehabisan harta dan
           sangat  kelaparan.  Akhirnya  ia  mencari  kerja  dan
           mendapatkannya pada seorang tuan di negeri itu. Orang
           itu  menugaskannya  untuk  memberi  makan  ternaknya.
           Karena  lapar  yang  sangat  sampai  ia  ingin  mengalaskan
           perutnya yang lapar dengan ampas kotoran ternak itu,
           tetapi tak seorangpun juga yang memberikannya. Lalu ia
           berkata  dalam  hatinya  „Orang-orang  upahan  ayahku
           berlimpah dengan makanan, sementara aku di sini akan
           mati  karena  kelaparan.  Aku  akan  bangkit  dan  kembali
           kepada ayahku dan berkata, aku telah berdosa terhadap
           ayah dan aku tidak patut lagi disebut anak ayah‟.


                  Suatu  hari,  ia  kembali  mendapatkan  ayahnya  di
           kota asalnya. Sebelum tiba di depan pintu, dari kejauhan
           ia  telah  terlihat  oleh  ayahnya.  Lalu  ayahnya  berlari
           mendapatkannya,  memeluknya,  dan  menciumnya.
           Anaknya berkata „Ayah, aku telah berdosa kepada ayah
           karena telah menghabiskan semua harta warisan dan aku
           tidak  layak  lagi  disebut  anak  ayah‟.  Tetapi  ayahnya


                                       155
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168