Page 54 - MATEMATIKA KELAS 3 SD
P. 54

1234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789
 12345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890
  2345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890
  2345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890
  2345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890
  2345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890
                        Rangkuman                                                     01234567890121234567890  123456789012123456789 123456789012123456789 123456789012123456789 123456789012123456789 1234567890121234567890  0 0 0 0

                         1. Penulisan lambang bilangan selalu berurutan dari kecil
                             ke besar, dimulai dari kiri ke kanan.
                         2. Dalam menentukan pola suatu deretan bilangan,
                             perhatikanlah hubungan bilangan kedua dan ketiga,
                             bilangan ketiga dan keempat, dan seterusnya.
                         3. Deretan-deretan yang mempunyai pola tertentu disebut
                             barisan bilangan.
                             Contoh: 1, 2, 3, 4, 5, ....
                                             2, 4, 6, 8, 10, ....
                         4. Setiap bilangan pada barisan disebut suku barisan
                             Contoh:      2                     4                      6                  8



                                           suku ke 1      suku ke 2       suku ke 3    suku ke 4
                         5. Bilangan yang terdiri atas tiga angka, memiliki nilai tempat
                             yang berbeda, yaitu nilai tempat ratusan, puluhan, satuan.
                             Misalnya:
                             Bilangan 368, maka
                             Angka 3 menempati tempat ratusan
                             Angka 6 menempati tempat puluhan
                             Angka 8 menempati tempat satuan
                         6. Menghitung penjumlahan ada cara, yaitu
                             a. cara mendatar, contoh: 130 + 122 = 252
                             b. cara bersusun, contoh:  275
                                                           122   +
                                                           397
                         7. Menghitung pengurangan ada 2 cara, yaitu:
                             a. cara mendatar, contoh: 562 - 121 = 441
                             b. cara bersusun, contoh: 562
                                                           121  +
                                                           441
                         8. Ada 3 sifat  dalam perkalian
                             1. Assosiatif (pengelompokkan).
                                 contoh: 2 x (4 x 3) = (2 x 4) x 3
                             2. Komutatif (pertukaran).
                                 contoh: 4 x 5 = 5 x 4
                             3. Distributif (penyebaran).
                                 contoh: 10 x (2 + 4) = (10 x 2) + (10 x 4)



                                                                                    43
                                                     Pelajaran 1 Bilangan
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59