Page 23 - E MODUL-SEKAR GANDA NING-1900008079
P. 23
A. Ancaman terhadap Kelestarian Keanekaragaman Hayati
Ketimpangan hubungan manusia dengan lingkungan dapat merusak ekosistem
yang berdampak pada rusaknya habitat. Kerusakan habitat, baik secara langsung
maupun tidak, berpengaruh terhadap penurunan populasi dan hilangnya jenis-jenis
biota. Selain rusaknya habitat, kehilangan jenis biota juga disebabkan
pencemaran, eksploitasi yang berlebihan serta perubahan iklim.
1. Perubahan habitat
Proses perubahan dan hilangnya habitat dapat terjadi karena terjadi
berubahnya tutupan lahan. Perubahan tata lahan seperti hutan yang
dijadikan perkebunan atau perubahan juga menjadi faktor utama terjadinya
perubahan habitat. Sebagai contoh, pengaruh habitat terhadap jenis-jenis
satwa perairan di antaranya dapat dilihat pada penyu hijau (Chelonia
mydas). Penyu hijau mencari makan rumput laut dalam daerah subtropik
dan bertelur di beberapa pantai berpasir di Indonesia, antara lain di Pantai
Pangumbahan di Sukabumi dan di salah satu pantai di Banyuwangi. Pola
hidup demikian ditempuh karena pakan yang sesuai dengan bagi dirinya
banyak tersedia di daerah beriklim sedang, namun energi panas untuk
menetaskan telur berasal dari
matahari di daerah tropik. Oleh
karena itu, penyu melakukan
ruaya ke daerah tropik. Peruba-
han habitat akan mempengaruhi
pola hidup dan pada akhirnya
mempengaruhi jumlah populasi
penyu. Gambar 12. Penyu hijau, contoh fauna yang
terancam punah karena kehilangan habitat.
Contoh lain yaitu pada ikan air Sumber : www.antaranews.com
tawar, berbagai jenis burung,
tumbuhan dan juga mikroba banyak yang terancam punah karena
kehilangan habitat.
23 | S e k a r G a n d a n i n g - 1 9 0 0 0 0 8 0 7 9

