Page 124 - Kelas_11_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 124

Borobudur merupakan karya yang unik. Susunan Candi
                              Borobudur berbeda dengan susunan candi di India. Pada umumnya
                              susunan candi di India berdiri di atas fondasi yang tertanam di
                              dalam tanah. Fondasi tersebut berdenah dengan jari-jari delapan. Di
                              titik tengah terdapat tiang yang dibuat tembus ke atas permukaan
                              tanah,  dan  diteruskan  menjadi  tongkat  dengan  payung.  Candi
                              Borobudur didirikan langsung di atas bukit tanpa fondasi yang
                              ditanam di dalam tanah seperti yang terdapat di India. Dilihat dari
                              susunannya, Candi Borobudur merupakan sebuah teras-stupa. Kaki
                              stupa berbentuk undak teras persegi, disusul teras mengalir yang
                              dihiasi stupa. Susunan candi ini memperlihatkan kuatnya pengaruh
                              kebudayaan Jawa pada abad ke-8.


                                    Bangunan ini dinamai Bhumisambharabhudara yang artinya
                              adalah bukit peningkatan kebijakan setelah melampaui sepuluh
                              tingkat Boddhisattwa. Borobudur sendiri terdiri dari sepuluh
                              tingkatan, yang dapat dipahami sebagai lambang ke-10, jalan
                              Boddhisattwa. Candi itu berbentuk bujur sangkar, dengan ukuran
                              123 m x 123 m di bagian kakinya. Bentuk bangunan seperti itu
                              dapat ditafsirkan sebagai bentuk mandala. Tinggi Candi Borobudur
                              adalah 35,4 m. Secara vertikal Candi Borobudur terdiri dari dua pola,
                              yaitu pola undak-undak persegi dan pola bangun vertikal. Karena
                              bentuknya itulah Candi Borobudur dapat dipahami sebagai sebuah
                              stupa yang besar.


                                    Dalam agama Buddha stupa merupakan perwujudan dari
                              makrokosmos yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu  kamadatu,
                              rupadatu, dan  arupadatu.  Kamadatu merupakan alam bawah,
                              bagian ini berada di bagian bawah Candi Borobudur. Pada kamadatu
                              terdapat relief karmawibangga, yaitu suatu hukum sebab akibat,
                              yang merupakan hasil perbuatan manusia. Arupadatu adalah alam
                              atas, yaitu tempat para dewa. Bagian ini berada pada tingkat ketiga,
                              termasuk stupa induk berada di atas rupadatu. Cara membaca relief
                              pada dinding Candi Barobudur searah dengan jarum jam. Sebagai
                              candi pemujaan, Borobudur mempunyai hubungan dengan Candi
                              Mendut dan Candi Pawon. Ketiga candi itu menunjukkan proses
                              suatu ritual keagamaan. Mula-mula ritual keagamaan dilakukan di
                              Candi Mendut. Kemudian dilakukan persiapan di Candi Pawon dan
                              puncak ritual keagamaan dilakukan di Candi Borobudur.




            116 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi                                   Semester 1
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129