Page 159 - Kelas_11_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 159

G. Kesimpulan


                                 1. Sejak semula tampak bahwa letak geografis Nusantara  (yang
                                     kemudian menjadi Indonesia) memainkan peran utama sejak zaman
                                     pra-aksara. Faktor geografis ini tampaknya merupakan faktor
                                     permanen dalam perjalanan sejarah Indonesia sepanjang masa.
                                     Peran itu ditunjukkan di zaman Hindu-Buddha, ketika jalur utama
                                     dalam pelayaran samudra semakin pesat dan mengintegrasikan
                                     daerah antarpulau. Kondisi demikian didukung dengan keterlibatan
                                     nenek moyang kita secara aktif dalam perdagangan laut, dan
                                     mengarungi lautan. Ini pada gilirannya telah menumbuhkan
                                     kekuatan ekonomi dan politik yang besar di Nusantara sehingga
                                     mampu mengintegrasikan wilayah-wilayah di Nusantara terutama
                                     era Kerajaan Sriwijaya, Singhasari dan Majapahit.

                                 2. Silang budaya Nusantara di zaman pra-aksara terlihat jelas
                                     ketika masuknya pengaruh  budaya  Austronesia. Sebagian besar
                                     dimungkinkan berkat posisi silang letak geografis Nusantara (di
                                     antara dua benua dan dua samudra). Sekali lagi pola itu diulangi
                                     lewat integrasi budaya dominan seperti Hindu-Buddha. Sumbangan
                                     terbesar dari zaman Hindu-Buddha ialah membebaskan Nusantara
                                     dari zaman pra-aksara dan memberi jalan bagi kemajuan ilmu
                                     pengetahuan dan teknologi untuk zamannya. Budaya tulis tetap
                                     merupakan bagian penting dalam perkembangan peradaban
                                     sampai hari ini. Meskipun sekarang kita sudah mengenal media
                                     cyber (media maya), budaya tulisan  tidak akan pernah ditinggalkan
                                     dan bahkan akan semakin maju apabila generasi kita semakin
                                     menguasai bahasa tulis.

















                                                                                 Sejarah Indonesia  151
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164