Page 154 - Kelas_11_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 154

Kata-kata yang dimaksud berbunyi,  “mengkana ya hana
                              banyaga sakeng sabrangjong, bahitra, rumunduk i manasa...”
                              Artinya, andai kata ada saudagar dari seberang yang datang dengan
                              jukung bahitra berlabuh di manasa...”

                               Untuk memahami lebih lanjut kamu dapat membaca buku
                               Marwati Djoened Poesponoro. Sejarah Nasional Indonesia
                               jilid II; dan Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan,
                               Indonesia Sejarah Daerah Bali.



                                    Sistem perdagangannya ada yang menggunakan sistem
                              barter, ada yang sudah dengan alat tukar (uang). Pada waktu itu
                              sudah dikenal beberapa jenis alat tukar (uang), misalnya ma, su dan
                              piling.


                                    Dengan perkembangan perdagangan laut antar pulau di
                              zaman kuno secara ekonomis Buleleng memiliki peranan yang
                              penting bagi perkembangan kerajaan-kerajaan  di Bali misalnya
                              pada masa Kerajaan Dinasti Warmadewa.

                              10. Kerajaan Tulang Bawang


                                    Dari sumber-sumber sejarah Cina, kerajaan awal yang terletak
                              di  daerah  Lampung  adalah  kerajaan  yang  disebut  Bawang  atau
                              Tulang Bawang. Berita Cina tertua yang berkenaan dengan daerah
                              Lampung berasal dari  abad ke-5,  yaitu dari kitab  Liu-sung-Shu,
                              sebuah kitab sejarah dari masa pemerintahan Kaisar Liu Sung (420–
                              479). Kitab ini di  antaranya mengemukakan bahwa pada tahun
                              499 M sebuah kerajaan yang terletak di wilayah Nusantara bagian
                              barat bernama P’u-huang atau P’o-huang mengirimkan utusan dan
                              barang-barang upeti ke negeri Cina. Lebih lanjut kitab Liu-sung-Shu
                              mengemukakan bahwa Kerajaan P’o-huang menghasilkan lebih dari
                              41 jenis barang yang diperdagangkan ke Cina. Hubungan diplomatik
                              dan perdagangan antara P’o-huang dan Cina berlangsung terus
                              sejak pertengahan abad ke-5 sampai abad ke-6, seperti halnya dua
                              kerajaan lain di Nusantara yaitu Kerajaan Ho-lo-tan dan Kan-t’o-li.


            146 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi                                   Semester 1
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159