Page 25 - MODUL ANALISIS MIKROBIOLOGI_Neat
P. 25

Mikroorganisme dapat juga ”jatuh” dari tangan operator, sarung tangan atau jas
                     laboratorium karena pergerakan lengan yang relatif cepat. Penggunaan tehnik aseptik
                     meminimalisir material yang digunakan terhadap agen pengontaminasi. Pada kenyataanya
                     tehnik aspetis tidak dapat melindungi secara sempurna dari bahaya kontaminan. Namun
                     semakin banyak belajar dari pengalaman maka semakin mengurangi resiko yang
                     ditimbulkan.

                     Tehnik aseptis digunakan pada saat :
                     - Teknik aseptis seharusnya digunakan saat kita bekerja dengan mikroorganisme hidup dan
                     dengan segala media pertumbuhannya.
                     - Teknik aseptis sebaiknya digunakan ketika kita tidak ingin larutan dari suatu botol tidak
                     berubah sifat akibat aktivitas mikroorganisme, seperti saat membuat buffer meskipun
                     buffer dengan konsentrasi garam tinggi atau mengandung deterjen.
                     - Teknik aseptis disarankan pada saat kita bekerja menggunakan agen atau senyawa yang
                     berbahaya seperti bahan kimia beracun atau bahan radioaktif. Tentu saja perlindungan diri
                     sendiri dari bahaya senyawa ini lebih penting.
                     Beberapa contoh :
                     - Mentransfer biakan dari media satu ke media lainnya. Bakteri kontaminan yang tumbuh
                     tentu saja dapat mengganggu kemurnian biakan dan mungkin saja membuat rancu hasil
                     yang didapatkan.
                     - Memfilter media atau serum dan menghitung jumlah bakteri dengan cara filtrasi.
                     Kontaminasi yang ikut tersaring dapat tumbuh pada media baru yang membuat tidak
                     terpakainya media pertumbuhan tersebut atau mempengaruhi jumlah total bakteri.
                     - Membuka dan merehidrasi bakteri terliofolisasi. Teknik aseptis dapat menjaga sel yang
                     terrehidrasi dari bakteri kontaminan dan menjaga tidak keluarnya sel ke meja kerja.
                     - Melakukan reaksi restriksi atau PCR. Walaupun enzim restriksi pada umumnya disimpan
                     dalam gliserol 50% (bakteriostatik) tapi enzim yang diencerkan akan lebih rentan rusak
                     akibat aktivitas mikroorganisme atau dihambat oleh ion atau unsur tertentu. Kontaminasi
                     DNA asing yang masuk ke dalam tube PCR mungkin dapat teramplifikasi sehingga hasil yang
                     didapat membingungkan.
                     - Melabeli sel dengan (32P) fosfat. Pada kasus ini kerja aseptis ditujukan untuk melindungi
                     operator dari bahan kimia berbahaya. Jika menggunakan teknik aseptis maka Anda tidak
                     akan membiarkan tutup bahan radioaktif terbuka atau secara tidak sengaja menggunakan
                     pipet bekas bahan radioaktif.

                     Aturan umum tehnik aseptis:
                     - Meja kerja sebaiknya jauh dari sesuatu yang dapat menciptakan aliran udara, misalnya
                     tidak ada jendela yang terbuka, tidak dekat dengan pintu yang selalu dibuka-tutup dan jauh
                     dari lalu-lintas orang. Penggunaan kabinet biosafety dapat menjaga dan mengatur aliran
                     udara tetapi ini bukan merupakan suatu jaminan mutlak dari resiko terkontaminasi.
                     - Pastikan meja kerja bersih dari kotoran dan benda-benda yang tidak akan digunakan.
                     Kultur tua atau pipet bekas seharusnya tidak berada di meja kerja. Kotoran seringkali sulit
                     dibersihkan pada sudut-sudut ruang.
                     - Usap meja kerja dengan antiseptik atau senyawa pembersih lain sebelum digunakan. Di


                                                             24
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30