Page 74 - Modul Pembelajaran MK Pencemaran ATUF_Neat
P. 74

Modul Pencemaran Air, Tanah, Udara, dan Fisik


                                                                                      Kegiaatan Belajar 6



                PENCEMARAN UDARA IKLIM (CLIMATE AIR POLLUTION)




              I.  Pendahuluan
                     Pada sesi ini akan membahas tentang pencemaran udara iklim. Kegiatan manusia pada era
               globalisasi saat ini dengan kemajuan teknologi yang digunakan sebagai salah satu alat untuk

               kemajuan pembangunan sangat berdampak kepada kehidupan  manusia serta lingkungan, hal
               tersebut ditandai dengan pertambahan kawasan industri terutama pada kota-kota besar. Selain itu

               pertumbuhan penduduk yang sangat pesat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi, ditandai

               dengan bertambahnya jumlah  pemukiman dan  transportasi. Kemajuan yang  terjadi  saat  ini
               memiliki  dampak  positif  dan  dampak  negatif  seperti  terjadinya  pencemaran  udara  yang

               menyebabkan menurunnya kualitas udara sehat.

                     Menurut Soedomo (2001) pencemaran udara didefinisikan sebagi masuknya suatu zat

               pencemar ke  dalam  udara  baik  secara  alamiah  ataupun akibat  kegiatan  manusia. Sumber

               pencemaran alamiah antara lain kebakaran hutan, debu akibat letusan gunung api. Sedangkan
               sumber  pencemaran akibat  aktifitas  manusia  seperti  transportasi,  perusahaan industry, dan

               pembuangan sampah sembarangan.

                     Di Indonesia Saat ini pencemaran udara sudah masuk pada tahap mengkhawatirkan karna

               tidak seimbangnya sumber pencemar dengan jumlah pepohonan yang ada di Indonesia sehingga

               mengakibatkan buruknya kualitas udara di  Indonesia terutama di  Jakarta. Seringkali  Jakarta
               menjadi kota dengan kualitas terburuk di dunia dengan n AQI (indeks kualitas udara) kategori

               “tidak sehat” dan sudah melebihi baku mutu udara ambien harian (konsentrasi PM 2,5 melebihi
               65 ug/m3). Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa sumber

               pencemar udara pada kategori PM (Particulate Matter atau debu) di Jakarta berasal dari sektor
               transportasi sebesar 70%, pada Maret 2019 [1]. Sedangkan berdasarkan riset inventory pada tahun

               2012 hasil kompilasi data oleh ICEL, transportasi sebagai sumber pencemar berkontribusi sebesar

               47%.







                                                                                                           74
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79