Page 273 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 273

Toponim Kota Yogyakarta   255











                  4. Kampung Kumendaman


                  Kumendaman terbentuk dari kata kumendam atau ‘komandan’, yaitu sebutan untuk
                  pangkat prajurit Keraton Ngayogyakarta, dengan akhiran  –an. Nama  kampung
                  Kumendaman dimaknai sebagai ‘tempat kediaman para prajurit berpangkat kumendham’.
                  Kampung ini berada di sekitar dalem KPH Purwodiningrat (Mayor Kumendaman atau
                  Komandan), yakni  wedona  hageng prajurit keraton pada masa Hamengku Buwono
                  VII. Pada saat ini, dalem tersebut ditempati oleh GBPH Cokrodiningrat, putra ke-14
                  Hamengku Buwono IX dari garwa BRAy Hastungkoro. Dalem tersebut terletak di barat
                  daya Plengkung Nirbaya (Gading). Secara administratif, Kampung Kumendaman berada
                  di dalam wilayah Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron (Sumintarsih
                  dan Adrianto, 2014).


                  Di suatu tembok kampung  di dekat Balai  RW, terdapat mural  yang  menceritakan
                  sejarah Kampung Kumendaman, lukisan satu  bregada prajurit Ketanggung Keraton
                  Yogyakarta. Mural  ini dibuat pada  Mei 2007, diinisiasi  oleh pegiat mural  Samuel
                  Indratma dari Jogja Mural Forum. Di tembok bagian lain, kalangan pemuda Kampung
                  Kumendaman melukis kritik sosial permasalah hidup sehari-hari, contohnya kebiasaan
                  mabuk, kriminalitas di jalanan, hingga pemasangan konblok yang menutupi ruang hijau
                  dan resapan air.

                  Di sekitar kampung Kumendaman terdapat beberapa dalem Pangeran atau bangsawan
                  yang lainnya seperti  Dalem Mangkukusuman  yang merupakan kediaman GPH.
                  Mangkukusumo. Beliau putra ke-17 Hamengku Buwono VII dan garwa GKR. Kencono.
                  Dalem  Kumendaman ini ada  di barat Plengkung Gading (Nirbaya). Saat ini,  Dalem
                  Mangkukusuman sudah tidak ada, hingga beralih alih fungsi menjadi SMA PIRI dan
                  Kantor Telkom STO Pugeran.


                  Berikutnya ada Dalem Brongtodiningratan, kediaman BRAy. Brongtodiningrat putri ke-
                  47 Hamengku Buwono VII dan garwa BRAy. Pujoretno. Dalem ini lokasinya menghadap
                  Dalem Suryodiningratan di Jalan  Suryodiningratan. Saat ini  dalem  Brontodiningrat
                  tersebut menjadi eks Hotel Brongto.

                  Terakhir,  Dalem Purboseputran, kediaman  KRT. Purboseputro, suami dari BRAy.
                  Purboseputro atau dikenal juga sebagai BRAy. Siti Sriwayati, putri ke-18 Hamengku
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278