Page 381 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 381
Toponim Kota Yogyakarta 363
Permukiman di Kampung Bangunrejo secara umum berada dekat dengan sungai atau
bantaran kali Winongo. Jarak antar rumah di kampung tersebut sangat berdekatan
satu sama lain dan rumah-rumahnya pun kurang lebih memiliki ukuran yang sama,
permukiman yang padat penduduk. Mayoritas rumah yang ada di sana menghadap
ke jalan kampung, bukan menghadap kali Winongo. Jalanan yang ada di kampung
Bangunrejo didominasi oleh jalan setapak. Jalanan besar nyaris tidak ada kecuali pada
titik-titik tertentu saja, seperti pertemuan jalan kampung dengan jalan utama kota.
Selain itu, ruang-ruang kosong di tepi sungai dimanfaatkan oleh masyarakat di sana
sebagai taman bermain anak dan tempat berkumpul bersama.
Posyandu balita dan lansia merupakan fasilitas kesehatan yang tersedia di Bangunrejo.
Instansi pendidikan yang ada di kampung tersebut ialah Sekolah Dasar Negeri Bangunrejo
I dan II. Di sana juga terdapat Lembaga Pengembangan Masyarakat Kelurahan (LPMK)
Kricak sebagai tempat aktivitas dan pengembangan masyarakat sebagaimana namanya.
Secara wilayah administrasi, pada awalnya Bangunrejo hanya memiliki tiga Rukun
Warga (RW), namun pada tahun 1991 dilakukan pemekaran sehingga sekarang
bertambah menjadi empat RW. Menurut Ngatikem, seorang penduduk di Bangunrejo,
pada awalnya kampung tersebut hanyalah sebuah kampung kecil dengan penduduk
yang sedikit. Sampai dengan masa Orde Baru, jumlah kepala keluarga di sana hanya
sekitar empat belasan saja. Hingga dalam perkembangannya kini, Bangunrejo menjadi
tempat tujuan para pendatang yang berasal dari luar kota Yogyakarta dan Daerah
Istimewa Yogyakarta. Sudah ada ratusan rumah dan kepala keluarga yang menempati
kampung yang berada di Kelurahan Kricak ini. Dekatnya kampung tersebut dengan
akses-akses publik dengan Kota Yogyakarta menjadikan Bangunrejo menjadi istimewa
untuk ditinggali para urban migran yang mengadu nasib di Yogyakarta.

