Page 39 - SELAMAT DATANG DI E-MODUL
P. 39
ini terlihat berlapis-lapis, melainkan sebenarnya hanya terdiri atas satu lapis sel. Oleh
karena itu disebut dengan epitel lapis semu.
Epitel lapis semu dilengkapi dengan silia di permukaan apeks. Epitel lapis semu
menyusun saluran pernafasan (tenggorokan/trakea, bronkus, dan bronkiolus), saluran
telinga, membran timpani (gendang telinga), kantung lakrimal (kantung air mata),
rongga hidung, dan faring. Pada saluran pernafasan terdapat sel goblet yang
mensekresikan mukus. Fungsi dari epitel lapis semu adalah sebagai pelindung, hal ini
terlihat pada saluran pernafasan. Silia pada epitel di saluran pernafasan menggerakan
kotoran keluar tubuh, sehingga ketika bernafas kotoran tidak terangkut sampai alveolus.
sel goblet pada epitel menghasilkan mukus, mukus akan menyatukan semua kotoran.
Hasil mucus yang bercampur kotoran dapat kita lihat pada “kotoran hidung” dan “leak”.
Sel goblet
Trakea
Sel epitel
Gambar 1.9 Epitel Lapis Semu. Gambar trakea (kiri), gambar animasi epitel lapis semu
(tengah), dan sel goblet (kanan); Sumber: Benjamins cumming
- Epitel transisional
Epitel transisional memiliki struktur yang mirip dengan epitel pipih berlapis tidak
berkeratin, namun lapisan paling atas (dekat dengan lumen) berukuran lebih besar dan