Page 15 - Belajar itu Menyenangkan (1)
P. 15
Belajar itu
Menyenangkan!
14
Fruits in the Basket
Simon Ono Sutono- SMP Waringin Bandung
Grouping merupakan salah satu kegiatan kolaborasi yg mendukung keterampilan sosial dan emosional siswa. Tantangan proses pengelompokan adalah bagaimana pengelompokan itu dibuat. Ketika pengelompokan diserahkan ke siswa, faktor pertemanan seringkali mendominasi alhasil siswa-siswa yg kurang populer terpinggirkan dan tidak punya pilihan. Karenanya, peran guru diperlukan untuk mengatasi hal ini. Fruits in the basket adalah metode random terkontrol yg bisa dilakukan guru. Prosedur: Jika di kelas ada 30 siswa, maka kelas bisa dibagi menjadi 6 kelompok berdasarkan nama buah. Guru bisa meminta masukan siswa utk nama-nama buah. Selanjutnya secara random masing-masing siswa menyebutkan 1 nama buah sesuai urutan. Langkah selanjutnya siswa masuk ke dalam kelompok dengan anggota kelompok dengan nama buah yang sama. Same fruits in the same basket. Di kegiatan kelompok berikutnya, siswa bisa berkelompok berdasarkan jenis buah yang berbeda. Kalau ada 6 jenis buah, maka dalam 1 keranjang harus ada 6 jenis buah yang berbeda. Different fruits in the same basket. Dengan cara ini setiap orang pasti memiliki kelompok dengan proses yang nyaman. Nama kelompok bisa selain buah bisa diganti dengan istilah lain sesuai topik.
Kata kunci: pengelompokan, peran guru, nyaman
15
Akrostik Tematik
Ridha Herdiani– SMAN Tanjungsari Sumedang
Bill Lucas menyebutkan bahwa akrostik tematik adalah susunan kata-kata yang seluruh huruf awal atau akhir tiap barisnya merupakan sebuah kata atau nama diri yang digunakan untuk mengingat hal lain sesuai dengan tema. Dalam KBM, akrostik tematik dapat digunakan untuk mengarahkan siswa menemukan ide dari lingkungan sekitarnya, membantu siswa menemukan kata pertama dalam menulis puisi, dan membantu siswa memperkaya perbendaharaan kosakata dengan berbagai cara. Prosedur: Tahap pertama, adalah penggalian ide dapat menggunakan permainan word square, tabel huruf. Tahap kedua, menentukan ide dengan memotivasi siswa memilih pengalaman yang menarik untuk dijadikan tema puisi atau satu frase. Tahap ketiga, siswa mulai menuliskan apa yang dirasakan dan dipikirkan secara akrostik sesuai tema. Tahap keempat, yaitu penyuntingan. Siswa membaca ulang puisi atau frase yang ditulisnya, lalu disunting dengan mengganti menghapus, atau menambah kata-kata yang dianggap tepat. Tahap selanjutnya, adalah siswa mempresentasikan puisi atau frase mereka, membuat tulisan baru berdasarkan akrostik tematik tersebut dan lain-lain.
Kata kunci: Akrostik tematik, puisi, frase, perbendaharaan kosa kata

