Page 34 - E-Modul Pencemaran Lingkungan SMP 7
P. 34
3. Cara penanggulangan Pencemaran Tanah
Pengendalian kerusakan tanah perlu dilakukan agar tanah dapat
memberikan daya dukung yang optimal bagi keberlangsungan hidup makhluk
hidup, karena pentingnya pengolahan tanah di Indonesia maka pemerintah
mengeluarkan beberapa peraturan yang mengatur pengelolaan tanah, salah
stunya dlam PP No.150 tahun 2000 bahwa tanah sebagai salah satu sumber
daya alam, wilayah hidup, media lingkungan, dan faktor produksi biomassa
yang mendukung kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya harus
dijaga dan dipelihara kelestarian fungsinya.
Berikut ini ada dua cara utama yang dapat dilakukan apabila tanah
sudah tercemar, yaitu remediasi dan bioremediasi.
a. Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah
yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan
ex-situ (atau off site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian
dipindahkah ke daerah yang aman, lalu dibersihkan dari zat pencemar.
b. Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan
menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk
memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang
beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).
Konteks ESD aspek Ekonomi
Keberadaan sampah organik yang disebabkan oleh manusia ini tak lepas dari
aktivitas ekonomi manusia, seperti di pasar dan pertokoan yang memiliki barang
dagangan berupa makhluk hidup seperti ayam potong dan lain sebagainya.
Salah satu upaya penanggulangan supaya tidak terjadi pencemaran tanah
adalah dengan cara mengolah sampah organik tersebut menjadi pupuk,
sehingga lebih ramah lingkungan.
31

