Page 5 - Makalah Bintang Laut
P. 5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya hayati. Sumber
daya hayati tersebut dapat ditunjukkan dengan adanya keragaman biota laut yang dapat
ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia. Salah satu biota laut yang ada di Indonesia
adalah Echinodermata. Echinodermata merupakan filum hewan terbesar yang berada di air laut.
Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya yang kebanyakan memiliki bentuk
tubuh simetri pentaradial (Hendler et al., 1995).
Filum Echinodermata memiliki 5 kelas yang masih hidup sampai sekarang, antara lain
Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang laut mengular), Echinoidea (bulu babi),
Holothuroidea (teripang), dan Crinoidea (lili laut). Echinodermata mempunyai peranan sebagai
herbivora, karnivora, omnivora ataupun sebagai pemakan detritus (Birkeland, 1989).
Bintang laut merupakan salah satu jenis makhluk hidup yang hidup di perairan. Bintang
laut juga termasuk salah satu jenis binatang yang tidak mempunyai tulang belakang
(Invertebrata). Bintang laut termasuk kedalam filum Echinodermata dan kelas Asteroidea.
Echinodermata (dalam bahasa Yunani, echino= landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan
tripoblastik selomata yang memiliki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang
menembus kulit. Walaupun dalam bahasa inggris ia dikenal dengan starfish, hewan ini sangat
jauh hubungannya dengan ikan. Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang
dan memiliki 5 lengan . Bintang laut termasuk hewan simetri radial dan umumnya memiliki 5
lengan atau lebih. Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Bintang laut
sebenarnya adalah makhluk hidup yang bebas, namun dikarenakan ketiadaannya organ gerak
yang memadai, bintang laut hanya bergerak mengikuti arus air laut.
1

