Page 2 - Materi Al-Qur'an XII
P. 2

MENGHIDUPKAN NURANI DENGAN BERPIKIR
                       1
                                  KRITIS DAN DEMOKRATIS

                   Kompetensi Dasar

                   3.1    menganalisis dan mengevaluasi makna Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159,
                         serta Hadis tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis
                   4.1.1 membaca Q.S. Ali Imran/3: 190- 191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159,; sesuai dengan kaidah tajwid
                         dan makharijul-huruf

                   4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159, dengan
                         lancar
                   4.1.3 Menyajikan keterkaitan antara sikap kritis dengan ciri orang-orang berakal (ulil albab) sesuai
                         pesan Q.S. Ali Imran/3: 190-191


                     TUJUAN PEMBELAJARAN

                   ➢  Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan peserta didik dapat:
                       •  menganalisis  dan  mengevaluasi  makna  Q.S.  Ali  Imran/3:  190-191,  dan  Q.S.  Ali
                           Imran/3: 159, serta Hadis tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis
                       •  membaca dan mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ali Imran/3: 190- 191, dan Q.S.
                           Ali Imran/3: 159,; sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul-huruf
                       •  Menyajikan keterkaitan antara sikap kritis dengan ciri orang-orang berakal (ulil
                           albab) sesuai pesan Q.S. Ali Imran/3: 190-191

               Pertemuan pertama
               Berpikir Kritis

                  APPERSEPSI

                        Seorang dokter dengan cepat memasuki ruang operasi setelah mendapat panggilan
               dari rumah sakit. Ada pasien yang kritis dan membutuhkan penanganan segera. Ia berganti
               pakaian dan masuk ke ruang operasi. Dalam perjalanan, ia melihat orang tua pasien yang
               berjalan mondar-mandir dengan ekspresi wajah cemas dan gelisah.
                        Setelah  melihat  kedatangan  dokter,  ayah  pasien  berkata  dengan  suara  keras,
                 “Dokter, kenapa Anda lama sekali datangnya? Tak tahukah Anda anakku sedang kritis? Apa
                 Anda  tidak  punya  rasa  tanggungjawab  sebagai  seorang  dokter?”  Dokter  tersenyum  dan
                 memberikan jawaban, “Maafkan saya karena sedikit terlambat. Saya tidak berada di rumah
                 sakit, jadi saya berusaha datang secepat mungkin. Saya harap bapak tenang. Sekarang saya
                 akan kerjakan tugas saya.”
                        “Anda minta saya tenang?” tanya sang ayah dengan geram. “Bagaimana kalau Anda
                 mengalami apa yang saya alami sekarang? Apakah Anda bisa tenang? Kalau sampai anak
                 Anda tewas, apa yang akan Anda lakukan?”
                        Dokter tersebut tetap tersenyum dan berkata, “Kalau memang seperti itu, aku tak
                 bisa  berbuat  apa-apa  lagi.  Saya  tidak  bisa  melawan  kehendak  Tuhan.  Dokter  tidak  bisa
                 menyelamatkan nyawa manusia jika Tuhan tidak mengizinkan. Saya akan melakukan yang
                 terbaik  dan  berdoalah  semoga  semuanya  berjalan  lancar.”  Ayah  pasien  membalas,
   1   2   3   4   5   6   7