Page 4 - Materi Al-Qur'an XII
P. 4
bagi orang-orang yang dengan sia-sia
berakal
(yaitu) orang-orang yang Maha suci Engkau
memikirkan Allah
sambil berdiri Maka peliharalah kami dari
siksa neraka
Dan duduk
Aktifitas 3: Isi Kandungan ayat
• Sebelum Anda menyimpulkan isi kandungan ayat, bacalah terjemahan dan khazanah di
bawah ini, kemudian tulislah isi kandungan Q.S. Ali Imran (3): 190-191 pada lembar kerja
• Presentasikan hasil kesimpulan Anda di hadapan kelas
Asbabun Nuzul
Imam At-Tabari dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abas r.a. bahwa orang-orang
Quraisy mendatangi kaum Yahudi untuk menanyakan bukti kebenaran yang dibawa Nabi
Musa. Mereka menjawab: “tongkat dan tangannya putih bersinar bagi orang yang
memandangnya.” Kemudian mereka mendatangi kaum Nasrani dan
menanyakan:”bagaimana dengan Isa?”. Mereka menjawab: Nabi Isa menyembuhkan
mata orang buta sejak lahir , penyakit sopak dan menghidupkan orang yang sudah mati.”
Sealanjutnya mereka mendatangi Rasulullah saw. dan berkata:”Mintalah kepada
Tuhanmu agar Bukit Shafa jadi emas untuk kami.” Maka Nabi saw. berdoa, dan turunlah
ayat ini (QS Ali Imran: 190-191)
Isi Kandungan Q.S. Ali Imran (3): 190-191
1. Tanda-tanda kebesaran Allah tersebar pada seluruh makhluk ciptaan-Nya, termasuk
keberadaan langit, bumi dan silih bergantinya malam dan siang. Tanda kebesaran-Nya ini
hanya dapat dipahami, bermanfaat serta memunculkan pengakuan akan keagungan
Allah oleh ulil albab.
2. Ulil albab adalah hamba-hamba Allah swt. yang selalu mengisi hidupnya dengan
mengingat Allah (dzikir) dalam keadaan apapun, dan selalu menggunakan akal pikirannya
untuk memikirkan makhluk ciptaan Allah untuk kemanfaatan manusia.
3. Aktifitas berpikir yang dilakukan oleh ulil albab adalah aktifitas yang sungguh-sungguh
(kritis, teliti, objektif dan sesuai dengan prosedur keilmuan) untuk mengungkap rahasia
dan kemanfaaatan ciptaan Allah bagi alam semesta yang didasari keimanan kepada Allah.
Hasil akhir dari pemikirannya adalah pengakuan akan kebesaran Allah swt. dan
menimbulkan dorongan untuk selalu mendekat kepada-Nya (taqarrub) dengan
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (taqwa).
Nasehat ulama tentang berpikir Kritis
Umar bin Abdul Aziz berkata: “berbicara masalah zikrullah itu baik, tetapi berpikir tentang
nikmat Allah adalah ibadah yang paling uatama.”
Ibnu Abbas berkata: “Shalat dua rakaat yang sedang (tidak terlalu lama dan tidak terlalu
singkat) dengan penuh perenungan, lebih baik daripada shalat sepanjang malam tetapi
hatinya lalai.
Hasan al Basri berkata:” Saya mendengar dari banyak sahabat nabi berkata: ”Sesungguhnya
cahaya iman adalah tafakur.”

