Page 9 - Peraturan Akademik-uji coba
P. 9
c. Apabila siswa telah dinyatakan diterima oleh sekolah yang dituju, siswa memohon
surat pindah (mutasi) yang ditanda tangani Kepala Sekolah SMA Theresiana 1
Semarang.
d. Setelah siswa resmi melakukan mutasi, petugas dapodik SMA Theresiana 1
Semarang akan menghapus data siswa tersebut dari dapodik SMA Theresiana 1
Semarang.
F. Ketentuan Pemberian Penghargaan dan Sangsi
Setiap siswa SMA Theresiana 1 Semarang memiliki sebuah Buku Komunikasi yang
berisi visi, misi, dan tujuan sekolah, serta tata tertib yang harus dipatuhi semua siswa. Tata
tertib dalam Buku Komunikasi meliputi dalam hal kerapihan dan sopan santun dalam
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pergaulan, ruang publik, dan media publik. Penjabaran
tata tertib diharapkan dapat menjadi acuan siswa untuk berinteraksi dengan warga sekolah
secara baik dan bertanggung jawab. Pada Buku Komunikasi ini pula akan dicatat setiap
prestasi yang dicapai siswa maupun pelanggaran yang dilakukan.
Bagi siswa yang berprestasi akan diberikan penghargaan berupa uang pembinaan atau
piagam penghargaan dari sekolah. Prestasi meliputi bidang akademis maupun non
akademis, seperti berikut:
1. Prestasi bidang akademis berupa peringkat paralel tiap semester, mengikuti/menang
lomba akademis tingkat kota/provinsi/nasional/internasional, atau membuat karya
ilmiah atau karya pribadi yang terpublikasikan ke media masa sesuai visi dan misi
sekolah.
2. Prestasi non akademis berupa mengikuti/menang lomba non akademis tingkat
sekolah/kota/provinsi/nasional/internasional, aktif sebagai pengurus OSIS atau MPK,
atau apabila tidak melakukan pelanggaran apa pun selama satu semester.
Sementara bagi siswa yang melanggar tata tertib yang tercantum pada Buku Komunikasi
akan diberikan tindakan/pembinaan berdasarkan kategori pelanggaran yang kriteria tiap
kategorinya telah diatur juga pada Buku Komunikasi.
1. Bagi siswa yang melakukan pelanggaran kategori ringan dan sedang akan dilakukan
pemanggilan orang tua dan pembinaan guru BK.
2. Bagi siswa yang melakukan pelanggaran kategori berat akan dilakukan beberapa
tindakan seperti pemanggilan orang tua, membuat surat perjanjian, pemberian surat
peringatan, skorsing, pembinaan guru BK, atau dikembalikan ke orang tua/wali murid
sesuai kebijakan Kepala Sekolah.

